Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2013

Memulai memiliki Dinar, selamatkan nilai kekayaanmu


Dinar Antam
Instrumen investasi yang saya pelajari pertama kali adalah logam mulia (emas batangan dan dinar). Memiliki emas sangat cocok bagi investor pemula yang minim pengetahuan seperti saya saat itu. Emas cenderung minim resiko dan termasuk cukup mampu mengalahkan inflasi. Rata-rata kenaikan per tahunnya berkisar antara 10-15%.

Emas memang sangat difavoritkan oleh orang tua kita dahulu (disamping properti) karena harganya yang terus naik setiap tahun dan barangnya atau wujudnya bisa kita lihat dan kita pegang sendiri. Emas juga sangat likuid (mudah dicairkan) yang memungkinkan kita untuk menjual kembali atau menggadaikan emas kita kapan saja. Resiko dalam memiliki emas umumnya dikarenakan bentuk dan ukurannya yang kecil membuat kita harus benar-benar teliti dalam menyimpannya dari resiko kehilangan atau tercuri. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menitipkannya di Bank.

Saya banyak membaca artikel dan buku-buku yang berhubungan dengan investasi emas. Salah satu buku yang saya baca adalah buku karangan Endy Kurniawan yang berjudul “Think Dinar”. Buku ini sangat bagus sebagai bacaan awal untuk memulai menabung dan mengumpulkan uang dinar yang diyakini sebagai real money yang tahan terhadap inflasi atau zero inflation. Pepatah yang saya ingat di buku ini adalah bagaimana menjadi seorang muslim yang kaya saat ini dan super kaya di masa depan hanya dengan berpikir secara dinar atau think dinar.

Pada awalnya, saya menganggap emas atau dinar adalah sebagai produk investasi yang cenderung akan naik di masa depan. Namun kini saya lebih memandang emas atau dinar tidak lebih dari hedging atau melindungi kekayaan kita. Karena memang dinar atau emas sejatinya memiliki nilai yang tetap sepanjang waktu, akan tetapi dikarenakan nilai mata uang lain seperti rupiah yang cenderung menurun akibat inflasi maka nilai tukar emas terhadap rupiah menjadi semakin tinggi.

Faktor kenaikan harga emas pun sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan politik global. Bahkan 1 keping dinar pertama yang saya beli seharga 2.2 juta di tahun 2011 pernah merosot tajam hingga ke level 1,8 juta di awal tahun 2013. Meskipun terlihat merugi apabila dikonversikan ke rupiah, tetapi sesungguhnya tidak, karena tabungan saya tetaplah 1 dinar. Itulah yang mendasari saya berpikiran bahwa emas atau dinar lebih cocok sebagai alat pelindung nilai (asset) kita.

Saya memilih dinar sebagai keranjang investasi saya yang pertama dibandingkan emas batangan karena sifat dinar yang lebih praktis dan sederhana. Saya membelinya melalui agen dinarbandung.com yang berafiliasi langsung pada geraidinar.com.

Dinar dihitung berdasarkan jumlah koin 1 dinar yang kita punya. Hal ini tentu memudahkan kita apabila kita ingin menjual kembali, yakni dengan hanya melepas sejumlah koin dinar yang diinginkan. Bandingkan apabila kita memiliki emas batangan yang memiliki banyak varian berdasarkan berat. Belum lagi semakin kecil gram emas yang kita punya justru semakin mahal harganya. Emas dengan ukuran gram yang besar memang memiliki harga yang lebih murah namun sifat likuidnya (mudah dicairkan) menjadi semakin sulit. Belum lagi margin (selisih kurs jual beli) dinar cenderung tetap yakni 4%, bandingkan dengan emas batangan yang meskipun memiliki kurs buyback yang sama, namun karena harga belinya yang berbeda (berdasarkan ukuran gram) membuat selisihnya berbeda-beda. Hal-hal tersebut lah yang mendasari saya untuk memilih dinar dibandingkan emas batangan.

Ketika saya mulai memperkenalkan dan mengajak teman-teman dekat saya untuk mulai memiliki emas, saya pun cukup dibuat kewalahan karena mereka umumnya komplain bahwa nilai emas yang mereka punya terus menurun. Menurut saya itulah salah satu resiko dari berinvestasi yang umumnya diabaikan oleh hampir semua investor pemula. Mereka pada umumnya sama, yakni mengharapkan keuntungan besar (high profit) dalam jangka waktu pendek. 

Sementara ini, saya sudah berhenti menabung dinar karena kini saya fokus belajar berinvestasi di reksadana. Pengalaman berinvestasi di reksadana akan saya tampilkan dalam tulisan saya berikutnya.

Senin, 07 Oktober 2013

Belajar Investasi (Part 1)

Saya mengenal investasi sebenarnya sudah semenjak duduk di bangku sekolah, itupun sebatas pengetahuan dasar tentang investasi yang mampu melipatgandakan uang kita di kemudian hari namun juga memiliki resiko akan hilangnya uang kita tersebut. Setelah saya kuliah, tentunya dengan bekal wawasan yang lebih luas, saya mulai mempelajarinya sedikit demi sedikit.

Memang saya bukanlah seorang Financial Planner ataupun Wealth Planner yang biasa membicarakan tentang perencanaan keuangan, tapi saya bisa menulis pengalaman dan pengetahuan saya tentang bagaimana meyakinkan kita untuk memulai berinvestasi semenjak dini.

Mindset yang biasanya ditanamkan oleh banyak keluarga Indonesia, termasuk saya adalah menabung.  Menabung dengan disiplin memang akan membuat jumlah uang kita terus bertambah. Tapi pertanyaannya adalah apakah jumlah yang bertambah tersebut akan selalu sanggup untuk membeli barang dengan harga yang sama di setiap tahunnya?

Seperti yang kita ketahui bersama, target minimal kita dalam berinvestasi adalah mampu mengalahkan inflasi tahunan. Rata-rata inflasi (kenaikan harga barang) di Indonesia adalah 7-10% per tahun.  Atas dasar itulah, mengapa kita perlu memulai investasi semenjak dini agar hasil jerih payah yang kita kumpulkan selama bertahun-tahun tidak akan  habis digerogoti oleh yang namanya inflasi tersebut. Benar adanya saldo tabungan kita bertambah di setiap tahunnya, tapi sebenarnya daya belinya justru menurun.

Kita semua sepakat jikalau daya beli uang 100rb rupiah 5 tahun yang lalu tidaklah sama dengan daya beli uang 100rb saat ini. Lalu kenapa tidak mendepositokan saja tabungan kita? Dengan asumsi bunga rata-rata 5-6% per tahun jelas deposito tidak mampu mengalahkan inflasi. Oleh karena itu, banyak FinPlan yang menyarankan kita untuk memulai berinvestasi ketika kita mendapatkan gaji pertama atau ketika kita mulai produktif.

Instrumen-instrumen investasi boleh dibilang sangat banyak. Yang populer jelas saja properti (rumah atau tanah), logam mulia (emas dan perak atau dinar dan dirham), pasar modal (saham, obligasi, dan reksadana), lukisan, wine, barang antik, dan barang-barang lainnya yang harganya cenderung naik di masa depan. Kita tidak perlu berinvestasi di semua instrumen tersebut, cukup pilih saja instrumen yang kita pahami betul, baik keuntungan maupun resikonya, dan juga sesuai dengan kemampuan materi, tujuan (jangka pendek/menengah/panjang), dan profil resiko (moderat/agresif) kita tentunya.

Perlu diingat juga untuk memastikan uang yang kita pergunakan dalam berinvestasi adalah "uang dingin" atau uang yang memang tidak kita pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan apabila merugi pun tidak akan membebani keuangan kita sendiri. Rasio 30% dari penghasilan bersih per bulan untuk saving atau investasi bisa dijadikan acuan meskipun sebenarnya rasio tersebut menjadi tidak relevan apabila diterapkan oleh orang yang memiliki penghasilan bulanan hingga puluhan juta namun memiliki gaya hidup sederhana. Namun, bagi saya pribadi, sebisa mungkin saya harus menyisihkan sebagian penghasilan saya per bulan untuk berinvestasi.

Salah satu analogi sederhana favorit saya dalam berinvestasi adalah seperti ketika kita menanam pohon. Pohon yang kita tanam tidak akan tumbuh besar apabila kita selalu sibuk melihatnya. Biarkan saja pohon kita ini tumbuh dengan sendirinya seperti halnya nilai investasi kita yang akan tumbuh dengan sendirinya. Tapi mungkin kesalahan ada di saya karena saya tidak menjelaskan dengan jelas bahwa dalam berinvestasi kita harus menetapkan dulu tujuan investasi kita agar hasil investasi kita maksimal. 

Berinvestasi dengan mengharapkan keuntungan besar dalam jangka pendek memang ada tapi pasti cenderung beresiko tinggi. Saya selalu mengingat akan pepatah dalam dunia investasi bahwa “High Gain High Risk” atau semakin tinggi keuntungan maka semakin tinggi resikonya. Resiko tentunya akan terus menurun apabila kita berinvestasi untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Di tulisan berikutnya saya akan coba berbagi pengalaman memulai investasi di dinar emas. Cekidot ya..

Selamat berinvestasi dan nikmati hasilnya.......

Minggu, 08 September 2013

Coba-coba Deposito via Mandiri Internet Banking

Deposito atau tabungan berjangka adalah salah satu produk layanan dari Bank yang telah dikenal lama oleh masyarakat. Bedanya dengan tabungan biasa yang hanya memberikan bunga 1% setahun untuk tabungan diatas 1 juta, deposito ini memberikan nilai bunga yang lebih tinggi. Rata-rata 4-5% dalam setahun. Artinya, apabila Anda mendepositokan uang sebesar Rp 10.000.000 hari ini selama setahun, maka jangan heran apabila saldo Anda akan bertambah menjadi Rp 10.500.000 tahun depan. Namun, konsekuensinya adalah kita tidak bisa dengan mudah menarik dana deposito kita sebelum jatuh tempo atau kita akan mendapatkan penalti. Karena deposito ini merupakan produk Bank maka otomatis dana kita akan mendapat penjaminan penuh dari negara.

Salah satu cara melakukan pembukaan rekening deposito adalah melalui internet banking. Mandiri internet menyediakan fasilitas ini. Kita tidak perlu lagi harus datang dan ikut mengantri di Bank. Langkah-langkahnya pun sederhana, sama halnya melakukan transaksi lainnya tinggal masuk menu deposito, isikan jumlah dananya, masukkan password ke token dan saldo kita pun telah berkurang.

Berikut penampilan menu pembukaan deposito melalui internet banking Mandiri.


Deposito memang cocok bagi siapapun yang memiliki profil resiko tipe konservatif. Tapi bagi investor bertipe menengah atau agresif cenderung lebih tertarik dengan produk investasi lain semisal reksadana atau pasar modal langsung. Nilai inflasi tahunan negara kita yang lebih tinggi dibanding dengan bunga deposito yang didapatkan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi hal tersebut. Jumlah saldo kita memang naik namun tidak dengan daya belinya yang menurun seiring dengan kenaikan harga-harga akibat inflasi.

Senin, 14 Januari 2013

Dinar-Dirham sebagai produk investasi atau sebagai alat tukar muamalah?

Beberapa saat yang lalu, saya melakukan transaksi yang cukup intens via whatsApp Messenger dengan pelanggan komputer baru saya yang tinggal di daerah ciawitali, cimahi yang sebut saja bernama Pak Slamet. Setelah adanya kesepakatan, dia mempertanyakan ke saya apakah cara pembayarannya bisa menggunakan dinar-dirham. Tentulah saya kaget, ini adalah sesuatu hal yang sangat asing untuk didengar, karena umumnya seorang calon pembeli hanya mempertanyakan apakah bisa dibayar menggunakan debit, transfer rekening, kredit, atau uang cash.

Memang bila menilik terhadap apa itu dinar-dirham, tentu tidaklah lepas dari suatu mata uang koin berupa emas (apabila dinar) dan perak (apabila dirham) yang biasa dipergunakan oleh kalangan negara Islam semenjak dulu yang memiliki ketetapan atau nilai tukar yang tidak pernah berubah semenjak zaman Rasul.

"Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah koin emas yang memiliki kadar 22 karat emas dengan berat 4,25 gram, sedangkan Dirham perak Islam memiliki kadar perak murni dengan berat 3 gram atau lebih tepatnya 2,975 gram." (wikipedia.com).

Karena tertarik dengan permintaan, "Bisa dibayar pake dinar-dirham ga ya mas?" membuat saya spontan menjawab, "Ya boleh pak. Untuk nilai konversi nya bisa mengacu pada kurs saat pengiriman." (Jawaban saya terlihat sok tahu sih, tapi biarlah,hehe).

Dia bertanya lagi, "Saya punya dinar Wakala Nusantara lho, bisa mas?". Oke untuk pertanyaan yang satu ini adalah sesuatu yang ceroboh apabila saya jawab dengan pernyataan yang berbau sok tahu, karena memang saya ga tahu sama sekali apa itu dinar Wakala Nusantara. Sejauh yang saya tahu, dinar adalah produk koin emas yang dikeluarkan oleh PT Antam dan didistribusikan ke agen-agen seperti Gerai Dinar dan turunannya.

Belum sempat saya merespon, rupanya dia sudah mengantisipasi kebingungan saya dengan mengatakan, "Dinar wakala nusantara ini juga keluaran Antam kok mas, sama kaya GD (Gerai Dinar)." Seperti biasa, setiap hal baru yang membuat saya penasaran, pasti saya langsung mencarinya di internet. Oke, saya langsung ketikkan di Google. "Dinar Wakala Nusantara".


"Wakala Induk Nusantara adalah Wakala Pusat Dinar Dirham yang berfungsi sebagai pusat distribusi Dinar Emas Islam dan Dirham Perak Islam dengan layanan sebagai berikut:
  • Penukaran IGD dan ISD dengan mata uang rupiah atau logam emas dan perak;
  • Gateway fisik dari e-Dinar;
    • Pembayaran ke vendor 3rd party
    • Transfer antar-pemegang rekening
    • Transfer antar-wakala
  • Jasa penitipan;
  • Payment System
  • Konsultasi qirad dan e-qirad;
  • Kliring
  • Memfasilitasi Market / e-market." (wakalanusantara.com)

Tampak jelas bahwa kegiatan atau cita-cita utama dari wakala nusantara adalah untuk memulai memasyarakatkan kembali dinar-dirham sebagai mata uang yang sebenarnya yang sesuai dengan syariat Islam dan memiliki nilai tukar yang adil dan bebas dari inflasi.

Karena hal tersebut, saya mulai merenung,
"Apakah motif saya dalam kepemilikan dinar selama ini?"

Dalam buku "Think Dinar" karya Bapak Endy Kurniawan memang dijelaskan secara  gamblang tentang fungsi, kegunaan, dan keuntungan dari kepemilikan dinar-dirham. Tetapi saya rasa buku tersebut memiliki misi lain secara tersirat. Cita-cita utama kepemilikan dinar-dirham menurut wakala nusantara adalah sebagai alat tukar yang syar'i, namun dalam buku ini justru berulang kali dibahas tentang potensi dinar-dirham sebagai produk investasi. Selain itu juga dibahas bagaimana kelebihan dinar-dirham sebagai produk investasi dibandingkan dengan LM batangan.

Memang isi buku ini tidak sepenuhnya salah, dan saya sangat menyukai buku tersebut karena memang ditekankan disana bahwa cara paling bijak dalam menabung selain di bank untuk jangka panjang (semisal berangkat haji atau biaya kuliah anak) adalah dalam bentuk tabungan dinar-dirham.

Pak Slamet menjelaskan kepada saya bahwa apabila ada toko beras yang mau dibayar dengan dinar-dirham, maka dengan senang hati akan dilakukannya. Dia lalu memberi contoh toko-toko dan restoran di Bandung yang menerima pembayaran menggunakan dinar-dirham dan cukup banyak. Dia menambahkan bahwa biasanya pemilik toko atau restoran tersebut memang tahu akan kelebihan dinar-dirham sebagai mata uang dibandingkan dengan mata uang kertas. Selain itu juga, menurutnya, para pemilik toko atau restoran tersebut tidak semuanya Muslim, jadi apabila umat Non Muslim saja lebih suka bertransaksi dengan dinar-dirham, kenapa umat Muslim sendiri tidak?

"Pak Slamet menjelaskan kepada saya bahwa apabila ada toko beras yang mau dibayar dengan dinar-dirham, maka dengan senang hati akan dilakukannya."

Memang memiliki dinar wakala nusantara ini sedikit membuat kecewa, karena pihak mereka sendiri mematok nilai buy back price sebesar 10% dari harga jual. Bayangkan dengan nilai buy back price yang dicanangkan oleh Gerai Dinar yang hanya sebesar 4%. Bahkan kedepannya pihak wakala tidak akan menerima buy back lagi dengan maksud untuk lebih mempergunakan dinar-dirham sebagai alat pembayaran sehingga kedepannya tidak akan ada lagi orang yang kembali untuk menukarkan dinar-dirham wakala mereka ketika harga emas dunia sedang melonjak naik.

Perlu diketahui, Bapak Endy Kurniawan adalah pemilik distributor dinar-dirham bernama Salma Dinar (salmadinar.com) yang juga merupakan turunan dari Gerai Dinar sebagai induknya. Dalam hal ini dapat Anda simpulkan sendiri adanya keterkaitan antara isi buku dengan motif bisnis yang ada pada Gerai Dinar agar masyarakat mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi dinar-dirham sebagai alternatif investasi emas selain LM, dibandingkan dengan motif murni dakwah yang dilakukan oleh Wakala Nusantara untuk memasyarakatkan penggunaan dinar-dirham sebagai alat pembayaran.

Meskipun berbeda cara, tetapi semoga saja misi dan cita-cita wakala nusantara dan gerai dinar dalam memasyarakatkan kembali penggunaan dinar-dirham dalam proses jual beli di Indonesia dapat terus berjalan sehingga diharapkan semua umat akan terangkat secara ekonominya dibandingkan dengan kepemilikan uang kertas rupiah yang semakin tergerus oleh inflasi. Semoga saja.

Setelah panjang lebar berdiskusi tentang dinar-dirham, akhirnya saya memutuskan untuk dibayar menggunakan rupiah saja. Nah loh? Kenapa bukan dinar-dirham? Iya soalnya uangnya mau saya putar lagi dan toko rekanan saya ini kan gak nerima pembayaran pake dinar-dirham, yasudah deh, hehe.

Atas dasar hal tersebut adalah perlu bagi kita untuk menentukan untuk apakah tujuan kita dalam kepemilikan dinar-dirham. Apakah kita termasuk seorang investor sejati yang membeli disaat murah dan menjual kembali disaat harga sedang tinggi atau seorang yang memanfaatkan dinar-dirham sebagai sarana dakwah untuk lebih memasyarakatkan penggunaannya sebagai mata uang sejati?

Saya sendiri memilih menyimpan dinar-dirham sebagai media alternatif menabung selain di bank untuk jangka panjang. Sebenarnya masih mirip-mirip dengan pengertian investasi sih, tapi bedanya ketika saya akan membeli sesuatu, misal pergi umrah atau membeli rumah, dan si penjual tidak keberatan dibayar dengan dinar-dirham, maka akan saya lakukan. Sedangkan apabila dengan LM batangan, tentulah pasti akan dicairkan dulu dalam bentuk rupiah karena persoalan ragamnya ukuran LM yang ada.

Sekian tulisan saya, mohon maaf atas banyaknya kesalahan.
Wallahu a'lam bissowaf..

CMIIW 



Rabu, 21 Maret 2012

DINAR | DO's and DONT 's |

Ada beberapa yang harus dipahami dalam menggunakan Dinar baik ketika membeli ataupun saat menjual.

Gunakanlah dinar sebagai investasi jangka panjang atau sebagai proteksi nilai dan alat tukar alternatif. Jangan menggunakan untuk investasi jangka pendek, apalagi spekulasi karena itu sangat beresiko. Paling cepat dalam waktu satu tahun dan lebih baik jika anda menabung dinar untuk proteksi nilai . Membeli pada kapan saja baik harga sedang naik maupun turun dan menjual ketika memang sangat memerlukan dana .

Belilah atau tukarlah dinar di pihak pihak yang menjual dinar dengan sistem terbaik, memiliki ketersediaan dinar secara berkesinambungan, agen yang representatif, dan sistem jual – beli yang reliable serta pengguna yang banyak, karena bila pengguna banyak maka ketika akan menjual pun kepada sesama user sangat mudah . Jangan membeli karena harga lebih murah bisa jadi anda akan kesulitan saat akan menjual kembali atau dinar yang kurang digunakan oleh pengguna, bisa jadi anda akan kesulitan mencari user dinar tersebut.

Belilah atau tukarlah dinar yang diproduksi di lembaga terpercaya seperti Logam Mulia Antam . Mengapa? Karena Logam Mulia masuk ke dalam London Bullion Market Association dan telah terakreditasi KAN – Komite Akreditasi Nasional yang akan menjamin kualitas cetakan dan presisi kadar dinar yang dicetak. Quality Control dan Quality Assurance yg baik menjamin produk diterima user adalah produk yang terbaik kualitasnya. Kurang disarankan membeli dinar di provider mencetak sendiri walau mereka memiliki teknologi mesin namun untuk QC dan QA tidak sebaik Logam Mulia.

Jangan menggunakan skema Kebun Emas atau Mencicil Dinar, karena skema tersebut tidak syar'i. Banyak orang yang tidak memahami kebun emas dan cicil emas dari segi syariahnya. Banyak yang memahami hal ini diperbolehkan karena disupport oleh bank syariah padahal dalam kajian lebih dalam banyak akad akad dan produk bank syariah yang tidak sesuai syariah.

Belilah atau tukarlah dana anda ke dinar sebagai substitusi dana tabungan anda di bank dan jangan gunakan dana produktif anda. Menyimpan tabungan kita dalam dinar lebih baik karena pertumbuhannya lebih baik dari tabungan dan deposito serta menutupi inflasi yang terjadi setiap tahun.

Keluarkanlah zakat bila telah mencapai nishab 20 dinar ( baik itu dinar dan harta anda selain dinar) setelah mencapai haul selama satu tahun sebesar 2.5 %.

Perkenalkanlah dinar kepada keluarga dan teman anda selain membantu memasyarakatkan penggunaan dinar maka anda pun dapat memproduktifkan dinar anda melalui jual beli dinar, insya Allah yang ingin mempelajari jual beli dinar dapat menghubungi saya.

Simpanlah dinar di tempat yang aman di brankas atau di SDB – Safety Deposit Box di bank bank. Dinar tidak perlu perlakuan khusus seperti perak yang dapat menghitam karena adanya tarnish hasil oksidasi dan uniknya dinar adalah tidak seperti emas batangan yang harganya dapat berbeda bila desain cetakannya berbeda. Saya menerima dinar tahun 2002 dan tetap dihargai seperti dinar cetakan baru.

Jangan memisahkan dinar dan sertifikatnya, sekali anda kehilangan sertifikat maka akan ada biaya penggantian sertifikat sebesar 65.000 per sertifikat.

Jika anda ingin mengetahui keaslian dinar maka jangan gunakan metode kualitatif dengan cara mengambil sampel emas dari koin emas dinar dengan cara dikikir kemudian menggunakan reagen kimia untuk menentukan kadarnya. Mengapa ? Karena anda akan kesulitan menjual kembali karena rata rata agen dan user menolak koin cacat, Cobalah menguji dengan menghitung berat jenis. Metode ini lebih baik dibanding metode kualitatif .

Jika anda ingin melakukan gadai di bank syariah atau pegadaian ( bukan berarti saya sepakat dengan skema gadai, karena skema gadai di bank syariah tidak jauh beda dengan meminjam bank di bank konvensional dengan adanya agunan, dan biaya ijarohnya identik dengan bunga), maka pilihlah bank syariah dan pegadaian yang memiliki alat uji kadar seperti timbangan air, jangan memilih yang menggunakan metode kualitatif.

Jika anda menggunakan dinar sebagai mahar dan akan dihias hanya menggunakan koin tanpa sertifikatnya, maka jangan lupa menyimpan sertifikatnya karena banyak kasus ketika menghias mahar lupa menyimpan sertifikatnya.

Jangan kawatir naik turunnya dinar dalam waktu mingguan – harian- bulanan, pastikan anda tertidur nyenyak karena anda menyimpan dinar untuk jangka panjang :-) .

Jangan Latah !!! , orang lain ramai beli emas dan dinar , kita ikut- ikutan membeli, ada beberapa hal yang harus diperhatikan : sumber dananya darimana kemudian orientasinya jangka apa? Jika dananya belum ada tp terus memaksakan dengan meminjam atau berharap mendapat keuntungan dalam jangka pendek, maka saya sarankan jangan membeli.

Perlu diperhatikan bahwa harga dinar atau emas tidak dipengaruhi permintaan lokal seperti konsumen Indonesia. Indonesia bukan konsumen emas terbanyak, permintaan lokal negara kita persentasenya kecil terhadap pergerakan harga emas. Harga dinar atau emas dipatok dari harga emas dunia. Karena itu menjadi pemandangan yang menurut saya mengherankan melihat orang berdesak desakan mengantri di Logam Mulia karena berasumsi banyak permintaan di dalam negeri maka harga emas akan terkatrol naik. Jadi sebaiknya kita menyimpan dinar bukan karena ikut ikutan.

Rumor BBM naik tidak akan mempengaruhi harga emas karena yang akan mempengaruhi harga emas adalah harga minyak dunia .Namun itu pun tidak selalu berbanding lurus karena tetap yang menentukan harga adalah suplai dari pertambangan dan demand dari pasar emas internasional. BBM akan mempengaruhi daya beli masyarakat kita, karena naiknya BBM akan diikuti kenaikan komoditas komoditas dalam negeri.

Pergerakan harga emas secara statistik akan naik pada akhir tahun tapi itu bukan suatu kemutlakan. Ada tahun tahun dimana terjadi anomali seperti pada tahun 2010 . Karena itu membeli pada akhir tahun bukanlah langkah bijaksana, belilah ketika dana ada karena itulah kesempatan kita membeli dinar walau harga tinggi dan bisa jadi pada saat dinar harga sedang turun malah anda tidak memiliki dana.

Semoga bermanfaat :-)


Disadur dari dinarbandung.com

Senin, 05 Maret 2012

Gadai Dinar Emas di Bank Jabar Banten Syariah (BJBS)

Kata-kata menggadaikan emas akhir-akhir ini identik dengan istilah "Berkebun Emas". Mengapa demikian? Dikarenakan, motif pelaku gadai emas lebih banyak karena ingin "Berkebun Emas". Hanya sedikit pelaku gadai yang menggadaikan emas mereka dengan maksud dan tujuan untuk pembiayaan modal usaha, pembayaran yang mendesak, kebutuhan uang mendesak, dan lain sebagainya.

Fenomena "Berkebun Emas" memang telah menjadi fenomena tersendiri yang memancing beberapa Bank Syariah saling latah memfasilitasinya dengan menyediakan emas LM Antam dalam berbagai ukuran.

Rupa-rupanya fenomena "Berkebun Emas" ini tidak dibarengi dengan edukasi dan kontrol yang cukup dalam membatasi aktivitas penggadai. Dalam beberapa kasus ditemukan macetnya kredit gadai emas dikarenakan penggadai emas tidak mampu melunasi emas-emas yang digadaikan pada tempo waktu yang telah ditentukan. Faktor utama yang menyebabkan demikian adalah karena kurang mampunya penggadai dalam memprediksi harga emas, disamping itu, sang penggadai ini banyak yang terlalu bernafsu sehingga akhirnya memilih untuk "Menanam Emas" dengan ukurang yang besar seperti kepingan lebih dari 100gr.

Banyaknya kasus tersebut membuat Bank Indonesia akhirnya membuat regulasi khusus dengan membatasi jumlah pembiayaan gadai emas di Bank-Bank Syariah menjadi maksimal 100gr saja. Bahkan BI juga untuk sementara waktu melarang beberapa Bank Syariah untuk menerima gadai emas, contohnya di Bank Rakyat Indonesia Syariah dan Bank Mandiri Syariah. Padahal kedua Bank inilah yang menjadi pilihan utama para penggiat kebun emas.

Tulisan saya kali ini bukanlah menceritakan tentang berkebun emas, tetapi saya ingin berbaqi pengalaman saya dalam gadai emas. Pada awalnya saya berniat untuk menggadaikan dinar emas saya yang berjumlah 2 keping untuk mendanai tambahan modal usaha clothing yang ingin saya mulai. Akhirnya saya mencoba untuk mendatangi BRIS Kota Cimahi dan mendapatkan informasi dari pejabat bank tersebut bahwa untuk sementara gadai emas dilarang oleh BI.

Saya masih penasaran, akhirnya saya coba menuju BSM (Bank Syariah Mandiri) untuk menanyakan tentang gadai emas. Lagi-lagi saya mendapatkan jawaban yang sama bahwa untuk sementara Bi melarang aktivitas gadai emas di BRIS dan BSM. Si pejabat BSM tersebut akhirnya menyarankan saya untuk mencoba menggadaikan emas saya di Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) saja karena BJBS tidak termasuk Bank yang dilarang oleh BI.

Saya pun segera menuju BJBS dan menuju loket gadai. Sang pejabat Bank yang cukup ramah ini langsung memberikan segala informasi yang terkait sistem gadai emas di BJBS. Sebagai syarat awal adalah harus membuka rekening terlebih dahulu, hal ini akan mempermudah Bank apabila nasabah ingin agar pembayaran atau penebusan gadai dilakukan hanya dengan mendebet otomatis.

Di BJBS ini, sebagai awal proses akad gadai, gadai emas sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Logam Mulia dan perhiasan. Emas dan dinar dikelompokkan ke dalam Logam Mulia yang memiliki taksiran gadai sebesar 90% dari harga emas ssat itu. Sedangkan untuk perhiasan memiliki taksiran yang lebih rendah yaitu 85% saja.

Selanjutnya adalah biaya titip emas atau safety deposit box di BJBS itu dibayar diawal. Pejabat gadai akan bertanya ke penggadai berapa lama emas yang akan digadai tersebut akan dititip. Biaya titipnya sendiri adalah sekitar 1,1%/harga gram/bulan.

Berikut akan saya sampaikan info lengkap tentang gadai emas BJBS.

Persyaratan Nasabah
Persyaratan bagi Nasabah yang ingin mengajukan permohonan pembiayaan Gadai Syariah antara lain:

  1. Perorangan (WNI) dan atau Badan Usaha Indonesia.
  2. Cakap Hukum.
  3. Kartu Identitas diri (KTP/SIM/Passport) yang masih berlaku.
  4. Mempunyai atau membuka rekening di Bank
  5. Menyampaikan NPWP untuk pinjaman yang memiliki nilai plafon tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Obyek yang dapat diterima sebagai jaminan

  1. Emas dalam bentuk perhiasan seperti: Kalung, Gelang , Cincin, dsb.
  2. Koin/uang emas seperti: Dinar, Souvereign, Eagle Dolar, dan sebagainya.
  3. Emas batangan/lantakan seperti: Logam Mulia, Emas London, Leburan Wahyu, dsb.

Objek jaminan memiliki kadar minimal 16 karat, Jangka Waktu Pembiayaan sesuai dengan kesepakatan dengan Minimal jangka waktu pembiayaan satu bulan.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk menggadaikan 2 keping dinar saya seberat 8,5 gram di BJBS selama setahun dengan nilai Rp 2.491.000. Biaya titipnya sendiri hampir Rp 500.000 selama setahun untuk berat emas sebesar 8,5 gram tersebut.

Seperti yang diceritakan di awal bahwa hasil pinjaman gadai emas ini akan saya putar sebagai tambahan dana memulai usaha clothing saya yang membutuhkan total modal sebesar Rp 6.500.000. Sisa hampir Rp 4.000.000 berasal dari tabungan pribadi saya sendiri.

Bagi yang membaca, thanks ya.
Semoga bermanfaat.

Kamis, 02 Februari 2012

Desember 2011 : Awal investasi dinar emas! Rencanakan masa depan semenjak dini.

Jujur saja, sebenarnya gw ga terlalu peduli akan emas dan kesaktian emas sebagai jaminan masa depan kita. Soalnya, pola pikir gw masihlah jangka pendek, seperti yang penting gw mulai jadi karyawan di bulan juni 2012 dan kepastian akan dikontrak selama 5 tahun, setelahnya gimana nanti aja, sangatlah ga berencana kan?

Entah darimana mulainya , gw tertarik untuk mengenal emas setelah membaca tweet teman SMA gw, Reza, yang ternyata seorang penggiat KEBUN EMAS. Akhirnya gw mulai cari tahu apa sih KEBUN EMAS. Setelah gw selidiki, berkebun emas adalah suatu teknik pemanfaatan emas dengan model beli gadai bertingkat yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih dibandingkan model investasi konvensional dengan cara disimpan saja.

Disitu sebenarnya gw masih belum beranjak tapi udah mulai memikirkan tentang potensi emas. Akhirnya gw mulai ikut mem-follow akun twitter pakar-pakar emas seperti Bapak Endy Kurniawan (@endykurniawan) dan Bapak Ahmad Gozali (@ahmadgozali).

Perlu diketahui bahwa pak Endy ini ternyata adalah seorang penulis buku Best Seller berjudul 'Think Dinar' yang faktanya mulai menggelitik hati gw untuk membeli dan membacanya.

Singkat cerita, sumpah, pola pikir gw berubah total setelah selesai membaca buku tersebut. Sangat-sangat merubah total pemikiran gw selama ini tentang manfaat berinvestasi emas dibanding menabung di bank.

Gw sangat merekomendasikan sobat sekalian untuk membaca buku 'Think Dinar' sebagai salah satu bacaan wajib kita sehari-hari. Di buku tersebut kita akan mempelajari apa sih emas itu? Apa sih Dinar itu? Bedanya antara emas batangan dan dinar emas dimana? Lebih menguntungkan mana memiliki emas atau menabung di bank maupun deposito? Semuanya dibahas disini.

Ga perlu waktu lama buat gw untuk segera bertindak. Gw pengen beli DINAR! Mulailah gw mencari tahu dimana penjualnya yang terpercaya. Disaat gw mencari informasi, gw teringat akan salah satu teman BBM gw yang sebelumnya pernah konsultasi komputer ke gw. Jadi dia sering membuat personal message jualan dinar/dirham gitu. Maka dari sanalah langsung aja gw coba tanya beliau.

Setelah berkonsultasi panjang lebar tentang harga dinar, akhirnya gw langsung menuju TKP di jalan Cihampelas di medio pertengahan Desember 2011 (Maaf gw lupa tanggalnya). Oya nama beliau adalah Johan Lukman dan memiliki website di dinarbandung.com. Gw langsung beli 1 keping dinar seharga Rp 2.220.000. Perlu diketahui, gw sukses mengajak teman baik gw (Maulana Yusuf) untuk ikut memulai berinvestasi dan dia pun juga akhirnya ikut membeli juga 1 dinar.

Salah satu keuntungan yang gw rasakan setelah memulai untuk berinvestasi emas adalah niatan untuk tidak lagi boros dan berhura-hura, melatih hemat, cermat, dan berpandangan jauh ke depan. Dinar emas ini sangatlah liquid, artinya disaat kita membutuhkan dana tunai, kita bisa langsung menjualnya atau menggadaikannya apabila dirasa mampu untuk segera menebusnya dalam waktu dekat. Dengan fenomena kenaikan rata-rata 20% setahun, emas dan dinar tetaplah pilihan investasi termudah dan teraman yang bisa kita ambil dibandingkan dengan bermain reksadana, saham maupun obligasi.

Minggu, 22 Januari 2012

Buka usaha jual beli komputer karena tertipu jutaan rupiah

Siapa sangka gw memulai awal tahun 2011 dengan tidak mengenakkan. Kenapa? Yap, gw termasuk salah satu korban cyber crime yg lagi marak-maraknya saat ini, gw tertipu sebesar 2,5 juta setelah mengadakan proses transaksi fiktif pembelian beberapa HP yang barangnya tak kunjung datang pada desember 2010 silam.

Kejadian tersebut bagaikan sebuah bencana besar dalam hidup gw. Sedih pasti, merasa bodoh pasti, intinya saat itu gw seperti berada pada titik terendah dalam hidup gw sebagai seorang manusia. Bukan apa-apa, uang yang gw pergunain tersebut adalah uang pinjaman dari teman baik gw (Maaf gw rahasiakan dulu namanya) yang bodohnya juga gw ajak gabung juga. Gimana menurut sobat? Dobel kan dosa gw? hiks.

Setelah kejadian itu, pertama pastilah gw menyesal, terutama terhadap diri gw dan teman gw ini. Saat itu, gw sampe bela-belain bolos kuliah karena saat itu pikiran gw kalut tak menentu. Tapi gw percaya kalau Alloh Maha Berencana, esoknya gw kembali menjalani hidup gw seperti biasa dan berusaha untuk tetap tegar agar tidak dicurigai teman-teman sekelas. Gw terus berupaya melupakan dan ikhlas meskipun sebenarnya sulit. Gw juga membayangkan betapa hancurnya hati temen gw ini.

Perlu diketahui, sebagai seorang mahasiswa yang belum bekerja, tentulah keputusan yang dilakukan kami sungguhlah beresiko. Niatnya sih ingin jadi semacam reseller handphone gitu, tapi faktanya mengenaskan. gw kurang teliti saat itu, jujur saja hawa nafsu gw mampu mengalahkan logika sehat gw.

Gw berdoa dan memohon petunjuk dari-Nya untuk dibukakan jalan untuk melunasi hutang gw ke temen gw tadi. Gw janji ke temen gw ini kalau akan melunasi hutang gw ini maksimal 6 bulan atau tepat di bulan juni 2011. Bagaimana cara melunasinya? Gw juga ga tau dong, apalagi gw udah melepaskan diri dari tanggung jawab orang tua semenjak kuliah beasiswa ini. Tapi yang pasti rencananya gw akan menyisihkan uang beasiswa kuliah gw yang saat itu besarnya 855rb per bulannya ditambah hibah dari kakak gw yang besarnya maksimal 200rb perbulannya. Artinya kira-kira gw punya 900-1 juta di setiap bulannya. Uang 1 juta itu juga harus dikurangi sewa kamar kos gw 350rb per bulan. Dengan target 6 bulan, artinya minimal gw harus bisa simpan 400rb per bulannya untuk dicicil (Asumsi 400rbx6 bulan=2,4juta). Kemudian sisa 200-250rb untuk biaya makan gw rasa cukup, tapi pasti akan pas-pasan banget. Tapi bismillah, gw harus bisa belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang gw lakukan dong.

Titik balik kehidupan

Rencana yang gw buat sebelumnya ini memang gw rasa sangat-sangat berat dan gw masih ngerasa ga mungkin bisa menyisihkan uang sebanyak itu di setiap bulannya. Akhirnya gw mutusin untuk menjual barang-barang berharga gw, contohnya komputer gw. Gw pikir biarlah gw ga punya komputer, sementara gw lebih baik nebeng temen aja dulu. Alhamdulillah ternyata Alloh berencana lain, di akhir desember datang lah teman kuliah gw (namanya Redi) yang berminat untuk dibuatin 1 unit CPU yang diperuntukkan untuk server pulsa. Dia percaya sama gw soalnya memang kebetulan gw dinilai teman-teman gw sebagai pakarnya ngerakit komputer. Luar biasa, akhirnya gw bisa rakitin komputer ke orang lain dengan orientasi mencari untung. Gw dapet hampir 1,5 juta disini hasil dari untung ditambah penjualan beberapa part CPU gw. (Perlu diketahui, sebelumnya gw udah beberapa kali merakit komputer untuk teman tapi itungannya hanya menolong saja)

Mungkin bisa jadi sobat bertanya sejak kapan dan belajar dari siapa gw bisa ngerakit komputer ini. Gw jawab aja gw murni otodidak. Gw sebenernya ga tau caranya, gw cuma tau nama-nama part, bentuknya, dan fungsinya apa, setelahnya langsung dipraktekin aja.

Sejujurnya gw udah beberapa kali menjual barang, khususnya PDA Phone dengan memanfaatkan internet. Tapi belum menyadari saja bahwa internet memiliki potensi yang besar apabila kita serius menggarapnya. Segala macam keuntungan berjualan online mungkin bisa gw tulis di tulisan gw selanjutnya. Namun, ironisnya ketika gw ingin menjadi pembeli di internet, gw justru mengalami penipuan. :(

Di bulan Januari 2011, gw iseng nawarin sisa hardware CPU yang gw punya untuk dijual di situs tokobagus. Ternyata ada yang minat serius! Alhamdulillah gw dapet hampir 1jt disini hasil dari untung penjualan ditambah sisa beberapa part CPU gw sebelumnya. Barangnya gw anterin langsung ke rumah pembeli di sekitaran dago. Sepulang dari rumah dia, gw justru kepikiran kenapa ga diseriusin aja. Thanks buat agan yang gw sendiri udah lupa namanya yang secara tidak langsung memberikan inspirasi bisnis yang gw harapin setidaknya bisa membantu gw dalam melunasi hutang gw tersebut.

Sepulang dari sana gw berpikir bisa ga ya ini diterusin? Gimana cara memulainya? Apakah gw harus modal dulu dan stok barang-barangnya dulu atau gw iklanin aja langsung? Gw ga punya modal! (Kebetulan gw punya beberapa kenalan baik dengan toko komputer di kandaga sehingga gw berharap bisa dipermudah dalam menyangkut persoalan modal). Ditambah kemampuan berbicara gw juga payah, terus gimana?

Permasalahan yang gw utarakan sebelumnya memang persoalan klasik bagi seseorang yang lagi galau berbisnis. Tapi entah kenapa saat itu cara pikir otak kanan gw lagi berfungsi dengan benar. Langsung aja gw buat iklan di 2 situs jual beli gratis, tokobagus.com dan olx.co.id. Judul iklannya apa? "Jual PC Rakitan Bandung." Isinya? saat itu gw coba tulis iklannya sederhana aja, rancangan spesifikasi hardware PC dibawah 2 jutaan.

Setelah gw baca ulang iklan gw dan melihat iklan-iklan kompetitor sejenis, ternyata isi iklan gw sama aja kaya mereka, gw pikir kemungkinan akan dilihat orang pun kecil. Gw seharusnya kasih yang beda. Gw tau persis toko komputer itu banyak jumlahnya tapi GW HARUS BEDA, meskipun bisa jadi harga yang gw tawarin lebih mahal.

Entah dari mana munculnya, akhirnya gw kepikiran untuk menambahkan iming-iming "Bonus Koleksi Film-film HD+instal Games-games banyak Diantar bandung" di isi iklan gw. Gw ga tau persis, tapi gw yakin ini beda, gw udah ngecek di banyak iklan, ga ada satupun toko komputer yang kaya gw. Yauda, bismillah aja, gw pede posting iklan itu.

Ternyata benar aja, di akhir januari ada peminat lagi yang jauh-jauh dari Cianjur sms untuk minta dibuatin komputer yang katanya untuk dibuat main game Pro Evolution Soccer 2010 tapi dananya terbatas. Dia bilang juga kalo dia pengen di kopiin film-film koleksi gw. Bekerja dong iklan gw?

Setelah berhasil jual komputer ke pelanggan dari Cianjur ini, gw coba ngelihat isi kosan gw sekarang. Gw ga punya lagi komputer (Halo apa kabar tugas-tugas gw?), tersisa cuma casingnya saja, speaker Simbadda, dan 1 unit monitor tabung 17" ditambah uang hasil jual komputer sekitar 3 jutaan. Gw merasa untung karena jikalau gw jual ke orang lain karena butuh uang, gw yakin harga 1,5 juta udah bagus banget. Tapi faktanya, gw bisa dapetin hampir 2 kali lipatnya kan? Sungguh jual beli itu memang sebaik-baiknya pintu rezeki.

Merambah di kaskus

Melihat besarnya potensi pemasaran via internet, akhirnya gw mutusin untuk membuat iklan di forum kaskus di awal februari. Pertama-tama gw mikir lagi, gimana sih buat thread di kaskus? Jujur aja, gw udah join Agustus 2008 tapi sampai februari 2011 gw ga pernah buat thread sama sekali.

Akhirnya gw coba intip thread-thread yang jual komputer di kaskus, well, banyak bener gan! Bisa ga ya gw bersaing? Gw coba teliti masing-masing thread ternyata semuanya itu berasal dari JAKARTA. Kesempatan dong? Gw coba search, ternyata saingan gw di bandung cuma 1. Pede dong gw, akhirnya gw buat aja tuh thread, sedikit banyak mencontek model atau gaya thread jualan yang lain. Oya, gw juga nyertain senjata pamungkas "Bonus Koleksi Film-film HD+instal Games-games banyak Diantar bandung" sebagai pemanis. Judul threadnya? Gw ga tau asalnya darimana, tapi langsung aja gw ketik "Agan2 bandung yang mau rakit PC dikirim COD ato hanya compare harga boleh hub ane". Terus nama toko gw apa ya? Ga pake mikir lagi langsung aja gw cantumin "STRAW COMPUTER". Filosofinya sederhana, gw penggemar manga jepang ONE PIECE, ga ada arti yang lain. Bagi yang mau lihat lapak kaskus gw seperti apa coba aja klik. atau copas aja ke browser bit.ly/StrawComputer

Responnya? Jangan ditanya, luar biasa. Malah di bulan ini gw dapet proyek pembuatan warnet game online berupa 8 unit PC berikut instalasi jaringannya senilai 18 juta rupiah. Untung yang gw dapet? Alhamdulillah sekitar 15% bisa gw dapet. Jujur aja gw ga ada pengalaman bikin warnet gitu. Tapi selalu gw berprinsip, "Asal gw tau konsep dasarnya, gw berani ngerjainnya. Soal gimana caranya itu bisa gw pelajarin sambil jalan." Malahan disini gw ngajak temen gw juga dan bisa berbagi ilmu juga ke dia, dobel dong manfaatnya? Hasil akhirnya pun lumayan menurut gw. Pelanggan gw ini juga puas kok.

Semakin bersemangat lah gw akhirnya. Maka mulailah gw sedikit-sedikit meluangkan waktu gw di sela-sela rutinitas kuliah maupun kerja praktek di pabrik pemberi beasiswa kuliah gw di Bandung untuk setidaknya memperbarui thread jual beli kaskus gw ini setiap harinya. Calon pelanggan berdatangan via sms/telpon/BBM dan gw coba belajar untuk melayani mereka dengan baik.

Omzet per bulan usaha gw ini belasan juta rupiah per bulannya (bahkan tercatat mencapai 29 juta di bulan Februari dan 23 juta di bulan desember) dengan potensi keuntungan sekitar 5-10% nya. Sistem berjualan yang gw pilih adalah model COD (Cash On Delivery). Pembeli memesan, gw rakit dan di bayar setelah barang sampai di tujuan. Gw juga pernah anter pesanan sampai jati nangor, beberapa sekitar soreang, dayeuh kolot, ujung berung dan bahkan gw juga pernah kirim ke Batam yang kesemuanya gw lakukan demi tekad gw untuk melunasi hutang gw tersebut. Mungkin memang usaha gw ini ga seberapa hasilnya. Tapi menurut gw udah lumayan kok, apalagi bagi pemula kaya gw dan masih berjualan di online saja. Persoalan kedepannya gimana, itu juga lagi-lagi gimana nanti aja, setidaknya usaha kecil-kecilan gw ini udah bisa melunasi hutang gw tepat waktu dan secara tidak langsung melatih mental berwirausaha gw.

Singkat cerita, bulan demi bulan gw lalui, alhamdulillah gw bisa melunasi hutang gw sebesar 2,5 juta di bulan mei, lebih cepat 1 bulan dari target gw diawal, membeli laptop seharga 2,45 juta di bulan maret, menyewa rumah selama setahun senilai 2 juta di bulan april, membeli TV LCD 19" senilai 1,1 juta di bulan juni dan akhirnya gw ganti ke TV LCD 22" senilai 1,4 juta, ikut perawatan muka dari september yang menghabiskan 500rb sampai tulisan ini ditulis, jam tangan seharga hampir 500rb di bulan oktober, ganti bb ke bb 9300 seharga 1jt di bulan november, mulai investasi 1 keping dinar emas di bulan desember senilai 2,2 juta dan memiliki tabungan sekitar 7 juta di bulan januari 2012. Rencana Alloh memang luar biasa, gw sama sekali ga bermodal saat itu. Gw hanya bermodal nekat, berdoa, dan yakin saja gw bisa jalanin ini.

Sungguh pelajaran hidup yang ga akan pernah gw lupain akan segala kejadian di 2011 ini. Perlu diketahui bahwa tak seorang pun teman-teman gw tau akan musibah yg gw alami ini, bahkan keluarga gw pun belum gw kasih tau. Gw ingin menyembunyikannya terlebih dahulu. Gw merasa mendapatkan teguran keras dari Yang Maha Kuasa atas segala kelalaian gw selama ini. Gw bersyukur mendapatkan musibah itu, karena memang inilah trigger gw untuk membuka salah satu pintu rezeki yang Alloh sediakan bagi siapapun hambanya yang melakukan bisnis muamalah.

Gw pengen nulis tulisan ini bukan karena sombong tapi karena gw ingin mengabadikan aja kerja keras gw dari muda, ga salah kan? Kali aja setelah membaca tulisan gw ini malah semakin banyak ide-ide brilian seorang calon wirausahawan sukses bermunculan di kepala sobat sekalian. Mengutip perkataan seorang motivator bisnis Jaya Setiabudi tentang the power of kepepet memang ada benarnya juga bahwa terkadang karena sesuatu hal yang mendesaklah seseorang berani untuk membuat keputusan dan keluar dari zona amannya. Tapi tetap saja, mengutip perkataan motivator pakar otak kanan, Ippho Santosa, bahwa bisnis itu bukan untuk dipikirkan dulu, karena ga akan jalan-jalan tapi langsung dilaksanakan, baru nanti dipikirkan dan diperbaiki segala kekurangannya dimana.

CMIIW

Thanks

Kamis, 19 Januari 2012

Perbedaan MLM : Direct Selling Vs Piramida Money Game



Oke, judul yang gw angkat ini emang sedikit banyak dipengaruhi keinginan gw untuk mencari tahu sebenarnya apa sih itu bisnis MLM (multi Level Marketing)? Kenapa orang-orang sedikit skeptis apabila mendengar bisnis MLM? Dan kenapa pebisnis MLM itu bisa kaya mendadak?

Pertanyaan-pertanyaan itu memang belum bisa gw jawab semuanya, tapi gw akan memulainya dari menjabarkan Apa itu arti Direct Selling? Direct Selling (Penjualan Langsung) adalah : Metode penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka di luar lokasi eceran tetap oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar.

Direct Selling ini sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis penjualan,

Single Level Marketing (Pemasaran Satu Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk satu tingkat, dimana Mitra Usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri.
Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimana mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri dan anggota jaringan di dalam kelompoknya.
Sampai disini mudah-mudahan kita sudah sedikit mengenal sistem model penjualan secara MLM. Nah sekarang marilah kita tanyai diri kita sendiri, apakah Anda sekalian ada yang pernah ditawari produk MLM atau diajak gabung menjadi member di sebuah perusahaan MLM? Saya rasa beberapa dari kita sudah mengalaminya.

Gw sendiri pernah diajak untuk mendatangi pertemuan recruiting member baru perusahaan MLM yang sedang naik daun, yakni PT Melia Nature Indonesia (MNI). Perusahaan ini menawarkan produk Propolis yang dijual secara MLM. Kenapa bisa gw bilang naik daun? Karena memang membernya telah terbukti cepat memperoleh kesuksesan instan dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama. Setelah gw mendengar paparan dari salah seorang leader MNI, gw tau kalau sistem model MLM yang digunakan adalah model Piramida. Model seperti apakah itu?

Aturan Sistem Piramida

Biaya Pendaftaran keanggotaan berikut paket produk, sangat mahal.
Harga jual produk-produknya juga sangat tinggi, ada yang bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat harga produk sejenis dipasaran.
Sistem dilakukan menyerupai Multi Level Marketing, tetapi tidak sama.
Misalnya masing-masing anggota dibatasi hanya boleh merekrut maksimum 2 orang. Dua orang tersebut, rekrut dua orang lain lagi dan seterusnya hingga terbentuk satu piramida juga cara-cara lain yang mirip cara ini, misalnya merekrut max. 3,4,5 anggota.
Satu orang anggota boleh ?membeli? lebih dari 1 keanggotaan (disebut kavling).
Imbalan diberikan berdasarkan tersusunnya satu jaringan berbentuk piramida dengan jumlah orang dalam format tertentu; imbalan bukan berdasarkan presentasi atas volume penjualan dan tidak ada unsur harus memasarkan produk sampai kepada konsumen.
Masa keanggotaan kadangkala berlangsung sangat singkat (hanya sampai dengan terbentuknya suatu format tertentu). Berbeda dengan perusahaan penjualan langsung, dimana anggota dapat aktif minimal 1 tahun atau bahkan seumur hidup.
Program pemasaran (Marketing Plan) skema piramida sangat rumit dan susah dipelajari. Titik berat pada rekruting, bukan pada penjualan.

Lalu apa bedanya dengan DIrect Selling?


1
Sudah dimasyarakatkan dan diterima hampir di seluruh dunia
><
Sudah banyak negara yang melarang dan menindak perusahaan dengan sistem ini, bahkan pengusahanya ditangkap pihak yang berwajib
2 .
Berhasil meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan para anggotanya dari level atas sampai level bawah.
><
Hanya menguntungkan bagi orang-orang yang pertama atau lebih dulu bergabung sebagai anggota, atas kerugian yang mendaftar belakang
3 .
Keuntungan/keberhasilan Mitra Usaha ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk penjualan/pembelian produk/jasa yang bernilai dan berguna untuk konsumen.
><
Keuntungan/keberhasilan anggota ditentukan dari seberapa banyak ybs merekrut orang lain yang menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu format Piramida.
4 .
Setiap orang hanya berhak menjadi Mitra Usaha sebanyak SATU KALI saja.
><
Setiap orang boleh menjadi anggota berkali-kali dalam satu waktu tertentu, menjadi anggota disebut dengan ?membeli KAVLING?, jadi satu orang boleh membeli beberapa kavling.
5 .
Biaya pendaftaran menjadi anggota tidak terlalu mahal, masuk akal dan imbalannya adalah Starter Kit yang senilai. Biaya pendaftaran tidak dimaksudkan untuk memaksakan pembelian produk dan bukan untuk mencari untung dari biaya pendaftaran
><
Biaya pendaftaran anggota sangat tinggi, biasanya disertai dengan produk-produk yang jika dihitung harganya menjadi sangat mahal (tidak sesuai dengan produk sejenis yang ada di pasaran). Jika seorang anggota lebih banyak merekrut orang lain, maka barulah ybs mendapatkan keuntungan, dengan kata lain keuntungan didapat dengan merekrut lebih banyak anggota, bukan dengan penjualan yang lebih banyak.
6 .
Keuntungan yang didapat Mitra Usaha dihitung berdasarkan hasil penjualan dari setiap anggota jaringannya
><
Keuntungan yang didapat anggota dihitung berdasarkan sistem rekruting sampai terbentuk format tertentu.
7 .
Jumlah orang yang direkrut anggota tidak dibatasi, tetapi dianjurkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.
><
Jumlah anggota yang direkrut dibatasi. Jika ingin merekrut lebih banyak lagi, ybs harus menjadi anggota (membeli kavling) lagi.
8 .
Setiap Mitra Usaha sangat tidak dianjurkan bahkan dilarang menumpuk barang (Inventory Loading) karena di dalam jualan langsung yang terpenting adalah produk yang dibeli bisa dipakai dan dirasakan khasiat/kegunaannya oleh konsumen
><
Setiap anggota dianjurkan untuk menjadi anggota berkali-kali dimana setiap kali menjadi anggota harus membeli produk dengan harga yang tidak masuk akal. Hal ini menyebabkan banyak sekali anggota yang menimbun barang dan tidak dipakai.
9 .
Program pembinaan Mitra Usaha sangat diperlukan agar didapat anggota yang berkualitas tinggi.
><
Tidak ada program pembinaan apapun juga, karena yang diperlukan hanya rekruting saja.
10 .
Pelatihan produk menjadi hal yang sangat penting, karena produk harus dijual sampai ke tangan konsumen.
><
Tidak ada pelatihan produk, sebab komoditas hanyalah rekrut keanggotaan. Produk dalam sistem ini hanyalah suatu kedok saja.
11 .
Setiap up line sangat berkepentingan dengan meningkatnya kualitas dari para downlinenya, kesuksesan seorang Mitra Usaha dapat terjadi jika downlinenya sukses. Keberhasilan upline ikut ditentukan dari keberhasilan down line.
><
Para up line hanya mementingkan rekruting orang baru saja. Apakah downline berhasil atau tidak, bukanlah merupakan perhatian dari upline
12 .
Merupakan salah satu peluang berusaha yang baik dimana setiap Mitra Usaha harus terus melakukan pembinaannya untuk jaringannya. Tidak bisa hanya menunggu
><
Bukan merupakan suatu peluang usaha, karena yang dilakukan lebih menyerupai untung-untungan , dimana yang perlu dilakukan hanyalah ?membeli kavling? dan selanjutnya hanyalah menunggu


Dari sini bisa Anda simpulkan manakah tipe MLM yang sebenarnya? Yang jauh dari unsur permainan uang semata tanpa mengindahkan asas muamalah secara Islam?

Gw akan mencoba meneruskan tulisan ini pada kesempatan selanjutnya.

sumber : http://www.apli.or.id/

Senin, 27 Desember 2010

Bisnis 5 Milyar (www.program5milyar.com) itu Penipuan (Scam)

Hari ini, bangun tidur saya lihat outlook saya muncul 1 pesan dari rina16indria@telkom.net dengan judul 'MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT'. Dengan judul seperti itu, tentu saja saya tertarik membacanya, apalagi email tersebut langsung masuk ke inbox, bukan ke spam, jadi saya pikir saat itu email tersebut layak untuk dibaca.
Berikut saya tampilkan screenshot email yang saya dapatkan.
















Jadi email tersebut intinya menawarkan bisnis online MLM yang dijamin sukses. User baru cukup hanya mendaftarkan pada link yang ada yaitu Klik ini lalu melakukan transfer sebesar 180rb rupiah yang dipecah-pecah ke 5 level diatasnya, diasumsikan sebagai newbie kita masuk pada level 0.

Setelah saya baca, ada niatan untuk bergabung juga, karena pada dasarnya mana ada manusia yang tidak mau melakukan bisnis yang bermodal murah, aman, halal, dan legal tetapi memiliki harapan akan keuntungan yang luar biasa. Andaikan modal kita hanya 180rb, lalu kita setidaknya tidak perlu sampai mendapatkan keuntungan maksimal 5 milyar seperti yang ditawarkan, tapi setidaknya ya 1% saja (50juta) tentu luar biasa bukan. Alhasil saya menuju TKP link tersebut, saya baca dan geledah seluruh isi web tersebut. Kemudian karena memang registrasinya mudah, saya coba iseng daftar saja. Selesai daftar, tidak sampai 1 menit 2 email konfirmasi balasan langsung muncul di outlook saya dengan isi intinya saya diminta segera melakukan transfer ke 5 rekening yang disebutkan sebagai top level saya.

Berikut screenshotnya.















Karena bisnis ini berjalan di dunia maya, maka kita wajib waspada terhadap yang namanya penipuan. Saya coba saja kroscek di internet, dan menemukan blog milik sanjisan yang menarik dengan judul

Bisnis 5 Milyar adalah Penipuan (Scam), Spammer, Haram, dan Illegal!

Berikut linknya Klik disini

Setelah saya baca dengan ya setidaknya poin-poin pentingnya tidak terlewati (karena tulisannya terlalu panjang), maka saya memutuskan untuk tidak melakukan transfer tersebut. Di blog ini dipaparkan dengan gamblang bukti-bukti penipuan yang telah dilakukan oleh situs bisnis 5 milyar tersebut. Luar biasa sekali memang saudara sanjisan ini, bisa sebegitu telitinya. Dan saya pun setidaknya terbebas dari kerugian karena membuang uang 180rb secara cuma-cuma kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sekali lagi, bahwa kita harus tetap waspada terhadap apapun hal yang berhubungan dengan dunia maya, apapun itu, entah bisnis, pergaulan, makanan, keilmuan, dan sebagainya. Karena pada dasarnya internet adalah dunia yang diciptakan dengan kebebasan yang absolut, dan dunia ini maya, Bung! Maka apapun yang ada di internet itu pastilah maya dan belum tentu bisa terwujud dalam dunia nyata.

Rezeki Tambahan

"Rezeki tambahan" Namanya juga pedagang, mendapati pembeli yang menjual kembali barang yang sudah dibeli rasanya biasa. Dan saya ...