Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2016

Rezeki Tambahan

"Rezeki tambahan"

Namanya juga pedagang, mendapati pembeli yang menjual kembali barang yang sudah dibeli rasanya biasa. Dan saya pun beberapa kali mengalaminya. Namun apabila dijual kembalinya hanya dalam waktu kurang dari 30 menit setelah dibeli, itu baru tidak biasa.

Kejadian nya begini, kemarin saya menjual seperangkat PC bekas seharga 2 juta di suatu situs jual beli online. Dan didapatilah seorang calon pembeli yang sebut saja namanya Bayu. Dia terlihat serius dan tanpa banyak tawar-menawar langsung meminta alamat saya untuk melihat barang. Tak lama menunggu, dia pun datang dan langsung saja saya cuap2 soal barang yang dijual. Rupanya dia tidak terlalu tertarik dan tanpa banyak tanya langsung membayar kontan.

Well, saya pun segera membungkusnya dan kemudian Bayu pergi.

"Lagi butuh cepat mungkin atau lagi sakit perut jadi buru-buru." Gurau saya seketika.
...........

Saya pun melanjutkan aktivitas, kebetulan saat itu sudah pukul 10 malam dan sudah saatnya juga istirahat. Saya pun ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Lalu kemudian telepon berdering. Saya pun bergegas menjangkaunya.

A : Saya. B : Bayu

B : "Halo gan, ini kok PC nya ga kuat mainin games sih?"

A : "Lah tadi saya mau tunjukin tapi situ udah keburu pergi. Lagian itu udah saya tes jalan kok, ga mungkin malah jadi tiba-tiba ga jalan. Kalo emang ga jalan ya bawa aja kesini, saya benerin, kan masih ada garansi personal 7 hari." jawab saya lugas.

B : "Tapi gan ini udah bisa masuk games, tapi kok lambat suka berhenti sendiri?"

A : "Ya mungkin spek nya ga kuat, emang main games apa gan? Makanya coba bawa sini aja lagi, saya kasih tau dulu."

B : "Gan, kalo ane balikin lagi aja gimana? Potong 30rb gapapa deh, ane ikhlas."

A :"Loh, kenapa dibalikin? Kan baru juga dibeli."

B : "Ini PC nya ga bisa dimainin games. Gapapa deh potong 50rb, ane kesana sekarang."

A : "Et dah bentar dulu gan, saya udah pastiin itu jalan normal, lagian ngapain dijual lagi, baru juga dibeli, kan katanya butuh, saya juga belum beres sikat gigi ini, udah mau dijual lagi aja. Saya butuh alasan yang masuk akal gan. PC nya saya jamin normal dan ready gaming."

B : "Iya gan, ga bisa buat main games. Ane kesana ya, ane siapin dulu."

A : "Waduh, kok gitu, yauda gapapa dibalikin, tapi saya minta nya dipotong 200rb. Kalo ngga saya rugi gan."

B : "Jangan segitu dong gan. 100rb deh, ane rela."

A : "Ga bisa gan. Kalo ngga mau ya gapapa, agan coba jual sendiri aja, siapa tau kejual lebih tinggi."

B : "Yaudah deh gan, ane kesana sekarang."

A : "Oke, ditunggu."

Akhirnya Bayu pun datang dengan membawa PC nya. Setelah saya cek kondisinya, saya pun membayarnya kembali 1,8jt. Dia tampak sedikit kecewa namun segera beranjak pergi setelah mengucapkan salam. Jarak rumah kami memang dekat, dia mengaku tinggal tak lebih dari 5km dari rumah saya.

Saya coba hidupkan PC nya dan semuanya normal. Tapi kenapa dia jual lagi? Saya pun menghubungi nomer2 lain yang sebelumnya kebetulan juga berminat untuk membeli PC ini.

"Gan, masih minat PC saya. Orang yang booking ga jadi dateng."

"Oke gan, deal, besok pagi jam 8 ane kesana. Jangan dikasihin ke yang lain lagi ya gan. Oya, 2jt kan ya?"

"Iya gan, oke sip, ditunggu besok, thanks."

.............

3 hari berselang saya iseng mengajak chat Bayu untuk setidaknya menanyakan alasan dia menjual kembali barang yang baru saja dibelinya.

A : "Gan, saya masih penasaran kenapa dijual lagi tuh PC. Jujur aja gan, lagi butuh duit dadakan ya?"

B : "Iya gan, sorry waktu itu. Pas ane pulang, dapet kabar orang tua meninggal. Jadi, ane butuh duit nya."

A : "Innalillahi, kalo agan jujur mah, saya ikhlas ga dipotong2 gan. Yauda yang sabar ya gan."

B : "Iya gan, gapapa. Makasih gan."

A : "Terus gan kenapa waktu itu kaya rusuh banget beli nya?"

B : "Iya gan, ane ga enak ganggu istirahat agan malem2. Jadi ane percaya aja sama agan, kalo ada masalah nanti gampang tinggal dibalikin lagi, kan ane udah tau alamat agan."

A : "Oke deh, siap, thanks."
.........

Saya sedih mendengarnya. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur dan kopi berisikan sianida pun sudah ditelan oleh Mirna. Mungkin ini tambahan rezeki saya, alhamdulillah.

Tampak saya terlalu bersikap bisnis, selalu ingin untung. Padahal mungkin saja ada saat2 dimana sisi kemanusiaan lebih diharapkan ada dibanding mencari untung belaka. Pengalaman yang cukup unik buat saya, thanks.

Selasa, 14 Juli 2015

Yakin pilih slip biru dibanding damai saat ditilang?

Matahari belum ada di puncak. Adzan dzuhur pun belum berkumandang. Namun, cuaca bandung sudah sangat terik saat itu. Berulang kali aku menelan ludah dan menyalurkannya ke tenggorokan. Berulang kali pula tanpa disengaja lidah ini membasahi bibir. Sungguh sangat menantang ramadhan tahun ini.

Hari itu, tepat seminggu sebelum hari raya tiba, kuberanikan diri untuk menerjang hutan belantara. Aku tahu kemungkinan untuk selamat adalah 0%. Lampu utama motor mati, penyebabnya bukan karena putus, tetapi karena persoalan switch nya saja. Bisa sih jika kuluangkan waktu sejenak untuk memperbaikinya sendiri atau membawanya ke bengkel, namun waktu juga yang tidak memungkinkan.

"Ditunggu tepat jam 9 pagi besok ya gan." Begitulah isi sms dari pelangganku tadi malam.

Hutan belantara di kota Bandung yang kumaksud itu ada di sepanjang jalan Bypass soekarno hatta. Dimulai dari lampu merah Elang sampai Cibiru, dipastikan kita akan menjumpai banyak pemangsa berjaket hijau yang siap untuk memangsa para herbivora yang melakukan kesalahan.

Aku sadar adalah salah satunya. Dan hati ini ternyata sudah siap untuk menghadapinya. Bukan karena sok atau ingin menantang. Tapi hanya ingin membuktikan apa benar slip biru itu mujarab.

Dan sang pemangsa pun datang menyergap. Percakapan antara sang pemangsa dan herbivora pun dimulai.

"Selamat pagi, Pak. Boleh ditunjukkan surat-suratnya?"
Sapa pemangsa dengan ramah.

"Yang ini sim, yang ini stnk." Jawabku tenang.

"Oke, apa bapak tahu kesalahannya apa?"

"Lampu depan ya pak? Ini switch nya ga main, mau ke bengkel ini niatnya juga. Tapi udah keburu ditangkep sama bapak."

Sambil mencoba switch motor "Langsung diproses aja ya pak surat tilangnya. Mari pak ke ruangan."

Dan aku pun digiringnya ke sangkar kecil pemangsa.

"Pak, saya minta slip birunya aja ya. Saya baca di internet lebih baik pake cara ini. Jadi, saya mau coba."

"Ya boleh, tanda tangan dulu pak."

"Kok saya tanda tangan di slip merah?"

"Ini tembus. Nih liat tembus kan, ada banyak lembarnya ini!" Sang pemangsa mulai panas.

"Pak, nanti cara saya ngurusnya gimana?"

"Mana saya tahu! Kan situ liat dari internet. Cari aja sendiri!" Makin panas.

"Pak, nanti transfer nya kemana? Nomer rekeningnya apa, bank mana?"

"Mana saya tahu!! Ini slip nya. Urus saja sendiri. Nanti ambil stnk nya di polres."

Sang pemangsa pun pergi. Mungkin dia kesal karena tidak mampu mendapatkan daging. Dan sang herbivora ini pun linglung karena tak tahu apa lagi yang harus diperbuat. Entah apa masih ada sang pemangsa yang ramah di bumi kita ini. Semua pemangsa pasti angkuh.

"Mas, slip biru ya? Dateng aja ke BRI Asia Afrika. Bayar disana. Isi aja 50rb. Nanti ambil di polres jalan riau." Terdengar sesosok penyelamat berbaju biasa datang.

"Oh, begitu ya pak. Makasih banyak pak."

Senyum sumringah sang herbivora pun merekah. Dan langsung kutancap gas untuk melanjutkan perjalanan.

Tak kurang dari 3 barisan pemangsa di setiap lampu merah datang menerjang. Namun, akupun langsung mengelak.

"Maaf, Pak. Saya udah di tilang barusan. Ini slip tilangnya."

Luar biasa memang jalan by pass soekarno hatta ini. Benar-benar hutan rimba. Berhasil keluar dari sini adalah prestasi besar, lebih-lebih buat herbivora yang melakukan kesalahan.

.....................

Pagi itu aku sungguh bersemangat. Meskipun cuaca masih sama seperti kemarin. Namun, hari ini motor ku sudah diperbaiki. Dan hari ini pula, aku akan datang ke sarang besar pemangsa untuk mengambil barang bukti.

Sebelum itu aku harus ke bank terlebih dahulu.

"Pak, saya mau bayar tilang."

"Silakan isi dulu pak form nya. Boleh tau besaran denda tilangnya apa sudah ditulis atau belum?"

"Belum pak. Pak polisi nya udah ngilang gitu aja. "

"Maaf pak, kami tidak tahu tentang besaran denda tilang terhadap pasal bapak. Gimana coba kalo bapak keluar sebentar dan tanya ke polisi yang bertugas di depan."

"Oke deh pak."

Cukup sulit mencari polisi yang bertugas di pagi hari di alun-alun kota bandung. Mungkin saja semua polisi sudah diarahkan untuk menjadi pemangsa di sepanjang hutan belantara. Namun, akhirnya aku temukan polisi, tetapi tanpa jaket hijau.

"Pak, maaf mengganggu. Boleh tau besaran denda tilang dari surat tilang saya ini?"

"Oh lampu ya? Ngapain ambil slip biru. Itu denda nya maksimal. Bisa kena 250rb. Paling juga 35rb kalo disidang. Lagipula saya bukan polantas. Jadi ga tahu itu dendanya berapa."

Akhirnya kuputuskan untuk melingkari sendiri jumlah denda yang ada di slip. Aku melingkari 100rb. Karena hanya jumlah itu saja yang terendah.

"Oke pak, denda tilangnya sudah saya proses. Ini bukti pembayarannya. Nanti diserahkan saat pengambilan barang bukti ya. Apa ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?"

Ah, sungguh bidadari memang setiap petugas teller bank perempuan. Kata-katanya menyenangkan dan senyumnya pun manis merekah. Jadi, ingin segera berbuka puasa rasanya. Hehe

..............

Suasana sangkar besar pemangsa tampak tenang pagi itu. Tidak banyak orang yang berlalu lalang. Tapi, yang menyenangkan adalah cukup banyaknya pemangsa betina yang berjaga-jaga di sekitar area sangkar. Rupa mereka pun tak kalah dibandingkan dengan yang sering muncul di televisi.

"Pak, saya mau ambil stnk" tanyaku ke petugas di pintu depan.

"Lewat sini pak, ada di ruangan sebelah."

"Masuk pak. Bisa ditunjukkan bukti pembayarannya sama slip birunya?"

"Oh, 100rb ya. Ditunggu dulu pak. Dicarikan dulu."

Tak lama berselang, stnk ku telah diterima. Dan aku pun kembali pulang dengan senang bercampur sedih.

Senang karena stnk aku kembali. Sedih karena denda yang besar. Padahal kalo damai paling juga 50rb. Atau kalo aku minta slip merah dan ikut sidang, dendanya sekitar 35rb.

Setelah aku pelajari lebih lanjut. Pada akhirnya aku sadar.

1. Slip merah ditujukan apabila kita menolak tuduhan dari petugas tilang. Dan ingin menghadiri sidang.
2. Slip biru ditujukan apabila kita menerima tuduhan dari petugas dan bersedia untuk membayar denda tilang melalui bank rekanan.
3. Damai. Ini adalah perbuatan yang salah. Karena pada dasarnya ini adalah perbuatan menyogok. Dan kita pun tidak tahu apakah uang yang diterima oleh pemangsa itu akan dimasukkan ke kas negara atau tidak. Sehingga, sudah sepatutnya perbuatan ini dihindari.

Untuk slip merah, jadwal sidangnya terpaut jauh dari tanggal kita ditilang. Sekitar 1 bulan. Dan kita tahu sendiri, apabila kendaraan kita tanpa stnk, rasa-rasanya tidak enak hati. Dan denda yang dikenakan biasanya tidak mahal. Namun, pertimbangan jadwal sidang yang lama tentu membuat saya khususnya enggan.

Untuk slip biru, ini adalah cara yang cepat apabila kita ingin menghindari sidang. Kita tinggal bayar ke bank rekanan. Dan langsung mengambil stnk kita di polres yang ditunjuk. Memang, besaran dendanya maksimal, namun kita bisa meminta kembaliannya dengan ikut menghadiri sidang. Ya intinya sama-sama ikut sidang sih. Jadi, kalo kita malas ikut sidang, ya ambil saja slip biru dan bayar denda maksimal.

Dan, aku sendiri rasanya akan memilih jalur damai saja kedepannya. Terlebih, apabila ditilang oleh pemangsa betina.

"Abang rela dek ditilang berkali-kali asal di surat tilang nya nanti ditulis nomer hp nya saja ya." :))

By the way, i recommend this method, because this is the fastest way, however.

Terserah Anda.

Rabu, 14 Januari 2015

Jangan pernah berbisnis online!!

Siapa sih yang ngga kepingin berbisnis? Banyak pelajar atau mahasiswa yang dengan mudahnya diprospek oleh bisnis penjual impian seperti MLM. Lalu tidak sedikit pula karyawan yang nyambi jualan online, atau pelaku usaha yang benar-benar terjun total di dunia usaha membuktikan bahwa semua orang ingin berbisnis.

Namun, berbisnis selalu terkendala oleh satu hal utama yaitu keberanian. Bagi pemilik modal, tentu keberanian dibutuhkan sebagai garansi dalam pengambilan resiko dari setiap dana yang dia pertaruhkan dalam bisnis. Sedangkan bagi yang tidak memiliki modal, keberanian sangat diperlukan karena bisnis tidak lah cocok bagi seseorang yang malas dan penakut.

Saya termasuk dari ratusan atau bahkan ribuan orang yang hanya punya keberanian dalam berbisnis tapi terkendala oleh modal. Lalu bagaimana caranya?

Yap, bisnis online saja. Anda tidak perlu punya toko atau kantor dan tidak perlu stok barang. Yang Anda perlukan hanyalah Handphone dengan koneksi internet. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Pada tahun 2010, keinginan saya berbisnis online begitu kuat. Keberanian sangat tinggi namun pengetahuan akan cyber crime kurang. Akibatnya, saya pun ditipu jutaan rupiah untuk pembelian beberapa unit handphone murah fiktif yang nantinya akan saya jual kembali via online. Dan uangnya itu sayangnya dari hasil pinjam yang artinya saya harus berhutang. Sedih :(

Meskipun frustasi, tapi saya tidak lantas menyerah. Akhirnya saya memutuskan untuk memulai bisnis online toko komputer rakitan. Sebagai modal awalan, saya menjual komputer gaming saya dan kemudian saya ganti dengan netbook kecil yang kemampuannya hanya sekedar untuk browsing dan office saja. Sedih memang karena harus meninggalkan dunia gaming tapi apa boleh buat.
No More Gaming. Lets Make Money!!!

Kenapa saya memilih bisnis ini? Alasan sederhananya adalah karena saya suka main games.

"Lakukan yang kamu suka. Dan jadikan itu bisnis." - Bill Gates

Saya mengawali bisnis ini benar-benar tanpa modal. Awalnya saya hanya iseng memasang iklan di tokobagus.com (sekarang OLX). Saya pasang senin, hari selasa deal. Saya pun bersemangat.

Kemudian, saya beranikan diri untuk merambah FJB kaskus yang "katanya" sangat potensial untuk berbisnis online. Dan hasilnya? 2 minggu mengudara, 1 warnet senilai 20 juta di daerah cimahi sukses saya buat.

Di tahun pertama 2011 sampai pertengahan 2012, saya benar-benar menjalankan bisnis ini tanpa modal. Istilahnya, saya hanya seperti mengiklankan toko orang namun saya labeli dengan brand sendiri. Setiap ada pesanan, saya info ke toko tersebut, mereka kerjakan sampai beres, kemudian saya yang antar. Lucunya, saya belum punya motor pada awalnya dan selalu minta diantar teman setiap kali melakukan COD (Cash On Delivery). Begitu seterusnya sampai saya sudah punya cukup modal untuk belanja sendiri langsung dari Jakarta.

Dengan cara tersebut banyak masalah yang muncul. Harga jual yang relatif lebih mahal, order yang sedikit (1 unit per minggu), dan kurang variatif nya spesifikasi komputer yang dapat saya kerjakan. Saya pun akhirnya memutuskan untuk order semua komponen langsung dari Jakarta.

Cara demikian sukses untuk menyelesaikan semua masalah yang ada. Harga jual bisa saya tekan, order meningkat (2 unit per minggu), dan saya bisa menerima spesifikasi komputer yang semakin variatif.

Dalam bisnis, masalah selalu ada. Dan kita sebagai pengusaha dituntut untuk selalu berpikir dan berinovasi. Persoalan baru kembali muncul, kali ini lebih kearah tempat pengiriman barang pesanan saya dari Jakarta. Selama itu, saya meminjam alamat kosan teman karena letaknya yang berada di pinggir jalan raya sesangkan kosan saya terpelosok ke dalam gang kecil. Awalnya tidak masalah, namun karena order saya terus meningkat, otomatis pemilik kosan teman saya ini keberatan. Dan dengan berat hati, saya pun terpaksa merubah alamat pengiriman dan akhirnya memutuskan untuk langsung mengambil sendiri di kantor ekspedisi yang bersangkutan hingga saat ini.

Pada tahun 2013, saya kembali menemukan jalan untuk menurunkan harga jual. Caranya adalah dengan mengorder casing yang secara bobot memakan ongkos kirim di Bandung sedangkan komponen lain yang ringan di Jakarta. Cara ini terus saya pakai hingga saat ini dan order saya pun meningkat menjadi 1 unit per dua hari di awal 2014 dan terus meningkat menjadi setiap hari di penghujung 2014.

Jika di 2011 saya hanya memutar uang di belasan juta per bulan, maka di 2014 saya mampu memutar uang rata-rata di atas 50 jutaan per bulan. Namun, memang bisnis ini meskipun omzetnya besar, tapi margin-nya kecil sekali.

Tidak ada yang mudah dalam bisnis. Ribuan kilometer telah saya tempuh untuk langsung menjangkau konsumen saya. Gunung puntang, lembang maribaya, jatinangor, dan perbatasan cikalong purwakarta adalah rute-rute terjauh yang pernah saya lalui. Saya pakai motor dan sendirian, hehe. Saya ingin menampilkan citra bahwa saya penjual online yang jujur dan serius. Imbasnya pembeli pun merasa segan dan terbentuklah jaringan-jaringan yang di kemudian hari sangat bermanfaat bagi saya. Social proof!!!

Dalam bisnis, harga jual memang penting tapi bukanlah yang utama. Harga lebih mahal tidaklah mengapa apabila kita bisa menggantinya dengan benefit yang sesuai dan menarik. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan benefit yang kita tawarkan sampai pada mereka.

Sebagai contoh di bisnis komputer saya ini, saya tawarkan benefit yang tidak semua penjual lain berikan. Anda ingin barang super murah? Silakan beli di Jakarta, tapi jangan harap bisa tanya banyak-banyak. Istilahnya "just take it or leave it". Mau info lebih, googling aja dulu. Saya hadir menawarkan solusi dengan konsultasi gratis soal komputer. Segala bentuk pertanyaan soal perencanaan, bajeting, spesifikasi, lebih bagus mana, cocoknya gimana, dan lain-lain harus mampu kita jawab dengan sebaik dan seramah mungkin. Otomatis disini saya perlu terus menambah pengetahuan saya di dunia IT.

Benefit yang lain adalah soal delivery. Bandung semakin macet, waktu sebagian orang terbatas oleh kesibukannya masing-masing, dan era digital sekarang memudahkan kita untuk membeli barang (googling-calling-cash on delivery). Saya pun masuk ke ranah ini. Bahkan pembeli saya tidak perlu transfer DP atau bahkan melakukan transfer penuh. Padahal toko-toko lain tidak akan pernah mau melakukan hal ini, namun saya berani.

Saya hanya minta alamat jelas pemesan dan mempelajari sisi psikologis mereka saat chatting. Akan terlihat apakah mereka pembeli serius atau bukan dan selanjutnya biarkan "feeling" saya yang menentukan. Lalu bagaimana bila ternyata si pemesan melakukan "bid and run"? Biarkan saja, artinya saya lagi apes dan harus menambah stok barang, nanti juga pasti akan laku juga, banyak berdoa saja. Lagipula saya bukan berjualan makanan yang akan basi kok. Woles!! :)

Bagaimana dengan pemesan dari luar kota Bandung? Banyak banget gan! Dari Aceh sampai Papua pun nota dengan label Straw Computer sudah mampir Namun, sayangnya saya masih kesulitan mempercepat waktu pengiriman.

Benefit terakhir yang saya tawarkan adalah isi penuh harddisk. Games dan Film adalah dua jenis konten hiburan modern yang tidak akan ada habisnya. Selalu saja ada penikmatnya. Memang ini merupakan pelanggaran hak cipta tapi apa boleh buat, strategi ini nyatanya berperan besar. Anda ingin komputer lengkap dengan Games dan Film HD yang telah terisi penuh di hard drive, maka hubungi saya. Lalu bagaimana dengan toko lain? Jangan harap, mereka umumnya lebih memfokuskan pada penjualan barang saja. Tidak pernah secara khusus menawarkan hal ini.

Saya telah membangun reputasi yang cukup baik selama 4 tahun ini dan sudah waktunya di tahun 2015 ini untuk membuka toko riil pertama saya. Tak lupa juga mengajak beberapa rekan saya untuk membantu. Saya optimis ini akan semakin mem-boost bisnis saya. Dan jika bagus saya akan menambah lagi yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Tapi fokus utama saya tetap bisnis online. E-Commerce akan semakin menjadi tren. Kita harus terus bersiap dan berbenah.

Tidak semua orang ditakdirkan menjadi pengusaha, namun semua orang bisa berwirausaha. Modalnya menurut saya hanya satu, berani. Saya belum bisa disebut berhasil, tapi saya selalu bersyukur bisa mendapatkan semua pengalaman ini. Semoga kita semua bisa berwirausaha, ikut membantu membangun Indonesia, membangun ekonomi, dan membantu sesama.

@strawcomputerid
@trickk on kaskus (Straw Computer Bandung)

Minggu, 20 Oktober 2013

Nenek....

"Le, mbah enek Cipinang meninggal. Ibunya mama meninggal."

Ya, nenekku telah tiada. Nenekku telah menghembuskan nafas terakhirnya di hari Jum'at. Ironisnya, aku tak kuasa untuk menengoknya. Jangankan untuk ikut menguburkan, bahkan untuk terakhir kali melihatnya saja, aku tak sempat. Jarak dan pekerjaan membuatku terasa jauh dari keluarga.

Nenekku ini sangat lucu. Aku bisa bilang demikian karena nenekku ini memancarkan aura bahagia. Tak tampak raut muka penuh akan masalah. Dan nenekku ini sangat enak untuk diajak bercanda.

Usia tua menyebabkan nenek hanya mampu mengingat sedikit nama-nama cucunya. Dari keluargaku saja, nenek hanya mengingat ketiga awalnya saja. Kedua adikku tak mampu ia ingat.

Suatu hari aku mengetesnya.

"Nek, ini siapa?" tunjukku pada adikku, Ayu.

"Dwi." jawab nenek.

"Bukan, Nek. Ini Ayu." aku coba menjelaskan.

"Ayu? Dwi ini!" sergah nenek.

Berulang kali aku menanyakannya dan jawabannya selalu sama. Dia tidak ingat nama adikku, Ayu. Dia hanya ingat namaku, kakak pertamaku, dan kakak keduaku.

Setiap kali berkunjung, nenek selalu bilang padaku hal yang sama. "Lah Hadi udah tinggi banget ini.". Aku tak kuasa untuk tersenyum. Langsung saja kupeluk dan kucium tangannya tanda hormatku padanya.

Kini nenek telah tiada. Sebelumnya setiap hari lebaran tiba, anak, mantu, dan cucu nenek berkumpul di rumahnya. Entah, apakah tahun depan kami masih bisa berkumpul lagi tanpa kehadiran nenek di tengah-tengah kami. Kami semua rindu pada nenek. Semoga nenek diberikan tempat peristirahatan terakhir yang terbaik disana.

Nenek, loving u always!


Minggu, 15 September 2013

Girls, SAMPAI JUMPA!!! ~

14 September 2013 boleh jadi adalah hari yang sangat memorable bagi para SONE (sebutan fans SNSD) se-Indonesia. Kenapa demikian tak lain adalah karena di hari itulah diadakan konser tunggal SNSD bertajuk "Girls' Generation World Tour 2013 - Girls and Peace" yang diselenggarakan di MEIS Ancol Jakarta. Dan gw sebagai salah satu SONE (ya meskipun cuma sebatas fans youtube mereka) ikut memaksakan diri menonton. Kenapa memaksakan diri? Pertama, harga konsernya relatif mahal (antara 600rb-2,5jt). Kedua, berhubung hari sabtu gw harus masuk kerja, alhasil gw harus izin ga masuk kerja dulu setidaknya buat hari itu. Ketiga, jikalau gw jadi nonton maka gw dipastikan akan nonton sendirian karena temen-temen gw yang "ngakunya" SONE ternyata ga ada yang bisa nonton dengan berbagai alasan.

Pada akhirnya gw memutuskan untuk menonton konser mereka dan memilih kelas Festival (Pink A) seharga 1,5jt. Alasan gw pengen nonton konser mereka itu karena pertama, gw suka SEMUA lagu-lagu mereka. Kedua, gw pengen melihat dan mendengarkan perform mereka secara langsung dari dekat (especially for our ice princess, Sica, ehehe). Ketiga, gw penasaran aja seperti apa sih atmosfer konser KPOP beserta fanatisme para penontonnya.


Antrian di Main Gate Venue

Dengan mengendarai motor sendirian, gw tiba di MEIS sekitar jam 1.30 siang. Memang masih ada 3 jam lagi sebelum konser dimulai, tapi keramaian SONEs sudah terlihat jelas di sekitar venue. Perbandingan antara fanboy dan fangirl nya pun relatif berimbang. Hal tersebut sekaligus mematahkan asumsi gw pada awalnya bahwa penonton hanya akan dipenuhi oleh mostly fanboy nya saja.

Penampilan mereka pun beragam, ada yang sengaja memakai jersey klub sepakbola dengan nama punggung salah satu member lengkap dengan nomer punggungnya. Ada juga yang bergerombol dan kompak mengenakan kaos tur SNSD lengkap dengan atribut-atributnya, seperti bando, fanlight, kipas, fanboard, dll. Disamping itu ada juga yang menonton tanpa membawa atribut dan hal-hal identik selayaknya seorang fans, contohnya ya gw tentunya, ehehe :D. Meskipun outfit yang gw kenakan agak "maksa" korea (gw pake jaket seperti di MV Oh) ditambah dengan rambut yang "agak" merah, tapi tetap saja datang ke konser dengan tanpa membawa apapun terasa kurang. No lightstick, No fanboard, No T-Shirt, yeah, i'm a fan but it looks like a shit, hehe. (fanboy ga modal :D)

Dari panitia fanbase @soneid dan @soshindo terlihat mereka sibuk membagikan dua kertas yang satunya bertuliskan "Its HYOurs again" dan satu lagi ditulis menggunakan hangul yang ngga gw mengerti bacaannya dan bahkan artinya. Dalam hati gw berkata "Akhirnya ada juga yang bakal gw pegang-pegang meskipun itu pemberian gratis." Mereka juga mengajak SONE untuk mencelupkan jari kelingking ke tinta pink yang telah mereka sediakan. Ini merupakan bagian dari fanevents yang telah mereka rencanakan dengan tajuk "SNSD Pink OCEAN" dan juga merayakan hari ulang tahun Hyoyeon.

SNSD Pink OCEAN

Pihak panitia ternyata memilih untuk menggelar antrian masuk di pantai. Oh, man. What time is it? Do you want to make us feel dizzy from the beginning?  Padahal konser idol Korea lainnya yang diadakan di MEIS beberapa minggu sebelumnya, Infinite, antrian diselenggarakan di dalam venue. 

 
Antrian sepanjang pantai


Bisa dilihat dari tempat gw berdiri bagaimana crowded nya disana. Tampak di sisi kiri ada beberapa booth sponsor yang ikut mendirikan stand. Ada sekitar 1 jam gw ikut mengantri di main gate sebelum akhirnya bisa masuk gedung dan kembali mengantri namun antrian kali ini tidak terlalu lama, sekitar 20 menit dan gw pun bisa masuk ke dalam venue.

The Show is begin

Sebenarnya bisa masuk venue sudah membuat gw senang, namun spot dimana gw berdiri saat itu masih terhitung jauh dari main stage atau pun stage yang terlihat seperti ketupat yang membelah penonton di pink A dan pink B. Dalam hati gw berdoa, "Andaikan gw bisa maju 5 meter lagi aja kedepan, pasti enak deh."

Spot awal masuk venue

Namun, benar juga perkataan teman gw jikalau nonton konser di festival itu dinamis kok, jadi bisa aja tiba-tiba kita jadi kegeser-geser kedepan seperti yang gw alami saat itu. Momen-momen kesempatan untuk menyodok kedepan adalah disaat adanya sedikit chaos ketika soshi perform di stage tengah. Jadi, para penonton ini seperti saling dorong-dorongan, terutama dari arah belakang.

Chaos pertama terjadi setelah pihak panitia mengajak para penonton untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para penonton yang sudah sangat tidak sabar terlihat sangat mudah sekali terlecut semangatnya untuk terus bergerak dan berteriak setiap kali ada cahaya lampu yang menyorot. Apalagi, kemunculan soshi saat itu pun agak mengagetkan juga karena disaat fokus penonton masih ke main stage, namun ternyata soshi muncul di stage tengah seraya menyanyikan lagu "Hoot" sebagai opening, kontan saja para penonton langsung dorong-dorongan.

Gw sih ngga ikut dorong-dorongan, tapi gw langsung memanfaatkan celah-celah yang ada ketika para penonton saling mendorong untuk sedikit demi sedikit maju kedepan. Kondisi gw juga banyak diuntungkan karena ternyata banyak penonton di area depan gw yang berguguran. Jadi, ketika mereka meminta ruang untuk mundur kebelakang, langsung aja gw manfaatkan untuk semakin menyodok kedepan. Hanya butuh waktu 15 menit dan spot gw kini cuma berjarak sekitar 3 meter dari pagar pembatas atau 5 meter dari stage tengah.

Dorong-dorongan terutama dari arah belakang memang masih terus terjadi terutama ketika soshi berlarian di stage tengah. Gw sempet berpikir, "Anjir, demi nonton konser begini aja gw harus desek-desekan, mana panas banget dan bau keringet dimana-mana.." Tapi justru pada akhirnya, dalam waktu sekitar 1 jam gw hanya terhalang oleh 3 penonton di depan dan untungnya mereka cewe yang relatif lebih pendek dari gw. Gw pikir, spot yang sekarang ini juga sudah cukup ideal karena semakin kedepan justru semakin kaku karena umumnya para penonton di depan sangat mampu menjaga spot mereka masing-masing. Namun, pada akhirnya sekitar 30 menit sebelum konser berakhir, gw bisa merangsek terus kedepan dan spot terakhir gw saat itu hanya terhalang oleh 1 orang saja didepan atau hanya berjarak sekitar 2 meter saja dari stage.

Spot terdekat gw


Soshi

Terlihat foto-foto hasil jepretan gw ini gak ada yang bener. Mengapa demikian? Ya ini dikarenakan kamera HP yang gw gunakan ini juga ternyata mengidap penyakit rabun komplikasi. Kamera HP gw ini mengidap rabun jauh jadi hasil kameranya kalau di zoom hasilnya burem. Kamera HP gw juga mengidap rabun senja jadi hasil kameranya kalau kurang cahaya jadinya ngga kelihatan. Kamera HP gw juga mengidap silindris jadi ketika diajak menangkap objek yang bergerak, hasilnya malah jadi blur. Andaikan gw punya HP bagus dengan kemampuan kamera sebagus kamera DSLR mungkin gw bisa mengabadikan Sica moment lebih banyak. Poor me... :(

Siapakah saya??

Their voice

Meskipun idol grup Korea adalah suatu kesatuan antara vocal, dance, visual, trend, style, image, etc, namun gw selalu memandang soshi adalah sebuah Vocal Group bukan Dance Group. Karena itu, gw pengen mendengarkan bagaimana ketika mereka bernyanyi secara live. Hal itu pula yang mendasari mengapa gw mengidolakan Jessica atau Taeyeon dibandingkan dengan rata-rata SONE di Indonesia yang memilih Yoona sebagai bias mereka. "Yeah, no offense for all Yoona fans, its true that Yoona is the prettiest member in this group but she doesn't even know how to sing." 

Sebenarnya, agak salah juga gw menonton di kelas festival karena kedua telinga gw hanya terisi teriakan para fans yang ikut bernyanyi atau hanya sekedar teriak-teriak memanggil nama-nama mereka. Hal tersebut yang membuat gw sulit mendengarkan dengan jelas bagaimana vibra-nya suara jessica atau bagaimana merdunya suara taeyeon.

Their dance

Gw termasuk yang kurang hapal dengan semua gerakan dance soshi di setiap MV mereka. Namun seingat gw, dance mereka yang termasuk dalam kategori powerful hanya ada di beberapa lagu seperti I Got a Boy dan In to the New World, selebihnya merupakan dance berjenis cute (Gee) atau sexy (Run Devil Run). Performa mereka juga sangat bagus, dengan jam terbang yang mereka punya gw rasa mudah saja bagi mereka untuk nge-dance 2 jam penuh. Sesekali mereka terlihat bercanda bahkan ditengah-tengah lagu.

Their appearance

Gw nggak akan membahas kecantikan wajah mereka karena "They are all so pretty. No doubt!". Yang gw bahas lebih ke hal-hal lain. Untuk kulit misalnya, gw boleh memilih bahwa Taeyeon lah yang paling putih dan terang. Gw yakin pilihan gw ini nggak akan ditentang oleh semua SONE di MEIS malam itu.

Untuk bentuk tubuh, gw memilih Yuri sebagai member soshi dengan bentuk tubuh paling sempurna. Nomer dua gw memilih Tiffany, namun karena lebih pendek, Tiffany jadi terlihat lebih gempal. Setelahnya gw memilih Jessica, Hyoyeon, dan Sunny. Sedangkan untuk member soshi lainnya gw rasa mereka terlihat kurus.

Sunny sendiri tampil dengan rambut panjang, seperti biasa Sunny emang nggak bisa diam, ada aja hal-hal lucu yang dia lakukan, pantas baginya disebut sebagai "SNSD Energy Pill".

Jessica juga terlihat lucu, dia terlihat sering bercanda dengan Yoona, Seohyun dan Tiffany. Bahkan ketika acara lempar-lempar bola, dia terlihat melempar bola tersebut dengan gaya pitcher baseball. Sepertinya dia ingin mengubah imej dia yang pernah gagal melempar bola baseball sebelumnya.

Taeyeon benar-benar cocok dengan sebutan "Dorky Kid Leader". Badannya kecil, pendek, dan suka melakukan hal-hal konyol seperti yang dia lakukan ketika melakukan gaya aneh di lagu "Way to Go".

Untuk member lainnya, gw rasa mereka sangat cantik. Yoona, Sooyoung, Tiffany look perfect. Hyoyeon, Seohyun, dan Yuri juga cantik.

Secara keseluruhan, urutan fanchant untuk para member khususnya di area radius 10 meter kuping kanan-kiri gw adalah Yoona-Taeyeon-Sooyoung-Tiffany-Jessica-Sunny. Selebihnya hanya sesekali gw dengar. Bahkan, Seohyun boleh jadi tanpa teriakan, karena kebetulan doi lebih banyak ada di sisi timur atau Pink B.

Praktis soshi menyanyikan keseluruhan 25 lagu di konser secara grup, tidak ada lagi solo performance seperti halnya konser-konser mereka terdahulu.

Konser berakhir pukul 19.00 dengan diringi lagu "Twinkle" dan "Touch the Sky" mereka melakukan salam perpisahan bagi para SONE Indonesia. Terlihat cewek-cewek sebelah gw ada yang sampai menangis. Sedangkan buat gw, "Alhamdulillah, penderitaan gw berakhir, pegel banget gila.". Ya, pinggang gw sakit, karena dipake terus-terusan buat berdiri, dosa gw (ampun) menumpuk lantaran ninggalin sholat ditambah kebanyakan lihat aurat (paha soshi, hehe). But, that's all great experience for me, SAMPAI JUMPA, soshi! Keep good spirit and stay healthy. We are SONE loving you always.

Jigemeun, so nyuh shi dae! Apperodou, so nyuh si dae! Yongwonni, so nyuh si dae!

 

Selasa, 03 September 2013

This Isn't My December

Chapter One : This isn't My December

Lokasi rumah kosku yang bersebelahan dengan hamparan kebun jagung membuat telingaku sudah tak asing lagi mendengar nyanyian jangkrik. Namun saat itu aku tak merdengar lagi suara itu, "Oh sudah jam 3 subuh, pantes aja ga ada jangkrik." bisikku dalam hati. Kulihat Ucup masih terjaga seraya menonton DVD yang tampak tak lagi menarik perhatianku. Entah berapa judul film yang telah kami mainkan. Kepalaku terus berputar-putar, keringat dingin mulai terasa di sekujur tubuhku, dan jantungku mulai tak beraturan lagi dalam berirama. Ku tak ingat lagi sudah berapa kali kupandangi jam dinding kamarku, lalu kulihat HP ku sambil berharap ada balasan sms masuk yang sudah lebih dari 4 jam kutunggu.

Aku mencoba mengingat kejadian beberapa jam sebelumnya, saat itu sekitar jam 8 malam dan aku sedang santai sambil membaca-baca iklan di internet,

"Cup, ini ada HP murah-murah di Pos Kota. Kita ambil aja 4, nanti dijual lagi, kan lumayan untung, biar urusan gue aja yang ngejualnya lagi nanti."

Aku tahu iklan ini boleh jadi penipuan, tapi hati kecilku mengatakan tidak, pengalamanku pun demikian. Aku sudah beberapa kali membeli HP melalui iklan yang ada di Harian Pos Kota ini dan kesemuanya berhasil.

"Yaudah Di, gue sih mau-mau aja." jawab Ucup singkat.

Aku berpikir sejenak dalam hati, dari mana uang yang akan aku pergunakan untuk membeli HP-HP ini, aku tak punya tabungan, uang bulananku selalu habis terpakai.

"Gimana kalo kita patungan aja, Cup. Tiga juta-an ya. Tapi gue utang dulu ya, gimana?"

"Gue ada sih uang Di, tapi itu dari Bokap gue buat bayar kuliah, tapi ga papa sih gue pake dulu." jawab Ucup dengan yakin.

"Gue ada 500 ribu cup, sisanya elo ya, jadi nanti gue utang 2 juta setengah dulu. Gimana?"

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengirim sms ke si penjual menanyakan harga dan cara pembelian HP tersebut. Namun si penjual meminta DP 50%.

                                                     ...................................

Kuingat saat itu sudah jam 12 malam, dan jalan raya Cimahi terlihat begitu lengang, hanya sesekali kulihat mobil yang masih melintas. Kami putuskan untuk mencari ATM untuk mentransfer DP yang diminta.

"Cup, dia bilang barangnya bakal sampe nanti pagi jam 7, katanya sih dia sekalian nganterin pesenan ke Garut juga."

Sesampainya di kamar, aku berusaha untuk tetap berprasangka baik. Demikian juga halnya Ucup, teman satu kosanku itu, dia memang selalu terlihat tenang, aku tak pernah melihatnya tampak memiliki banyak kesulitan. Meskipun keluarganya tinggal jauh di Sumatera, namun tak tampak raut kerinduan di wajahnya seperti halnya teman-temanku yang lain yang masih saja sering mengeluh ingin pulang kampung karena tak kuasa menahan rindu pada orang tua. Ucup memang semenjak SMA sudah merantau, semenjak itulah dia membentuk kemandirian hidup.

                                                                ..............

"Cup, udah jam 3 nih, elo tidur aja dulu, nanti jam 5 abis subuh biar gue telpon orangnya." Aku memintanya untuk istirahat meskipun aku tahu pasti sulit baginya untuk memejamkan mata di tengah kondisi seperti ini.

Aku bukanlah orang yang sering begadang, bahkan tidur larut malam pun sangat jarang kulakukan. Namun lain halnya malam itu, aku sulit sekali tidur. Pikiranku masih terus bekerja memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Aku memperhitungkan akibat yang harus kupertanggungjawabkan. Selain kerugian materiil, aku juga mempertimbangkan hal moriil yang tentu saja akan memberikan dampak serius buatku dan Ucup nantinya. Aku memikirkan bagaimana cara dia membayar biaya kuliah nya, dan juga bagaimana pula aku harus mengganti hutangku padanya.

Tak terasa pagi telah menyapa, kudengar adzan subuh yang bersahut-sahutan pun menggema di udara. Kutatap langit yang masih gelap, dalam hati ku berdoa dengan mantap, namun aku tahu bahwa jam demi jam yang akan datang akan sangat menentukan. Aku harus segera menelpon si penjual, memastikan akan barang yang kami pesan.

Aku mulai menyadari ada hal-hal yang tidak sesuai. Meskipun teleponku diangkat, namun ternyata bukan dia yang menjawab, melainkan supirnya yang menjelaskan bahwa si Bos sedang mandi dan mereka sudah ada di Cimahi dan sedang menginap di Hotel, tak lupa sang supir menjelaskan bahwa aku harus melunasi pembayaran sisanya jika ingin diantar pagi itu juga, namun apabila tidak, mereka akan memprioritaskan pemesan lainnya.

Kulihat Ucup telah muncul di pintu kamarku seraya menanyakan kelanjutannya. Kuceritakan padanya tentang percakapan terakhirku dengan si penjual. Kulihat Ucup tampak ragu namun juga mengiyakan setiap langkah yang aku putuskan. Dia sangat percaya padaku. Dia menyerahkan segalanya padaku.

"Tapi hari ini kita ada kuliah pagi, Cup, UAS pula, gimana dong? Apa kita bolos aja? Ambil susulan?"

Aku tahu ide yang aku sarankan tidak baik. Aku mengorbankan waktu kuliahku untuk hal lain yang belum pasti kebenarannya. Namun juga aku yakin jikalau aku masuk kuliah, aku tak akan mampu berkonsentrasi dengan baik.

Akhirnya kami putuskan untuk membolos kuliah dan memilih pergi ke Bank. Saat itu sudah hampir jam 8 pagi, langit sangat cerah, lalu lintas jalan raya Cimahi terlihat sangat sibuk seperti biasanya. Begitu halnya dengan suasana di Bank dimana kami berdiri pagi itu. Orang-orang tampak melakukan kesibukannya masing-masing. Tak tampak dari wajah mereka satupun yang memancarkan aura kecemasan seperti halnya kami berdua.

"Halo Pak, sekarang ada dimana ya?" sapaku memulai percakapan di telepon.

"Halo pagi, maaf kalo Bapak tidak bisa mentransfer sisanya sebelum jam 9 ini, kami akan berangkat ke Garut dulu." jawabnya padat.

Tak terasa sudah setengah jam berlalu dan kami masih saja terpaku di tempat. Kami masih ragu akan langkah kami selanjutnya. Kami sadar kami telah ditipu dan merugi, namun apabila kami menuruti permintaan si penjual untuk mentransfer sisanya artinya kami akan merugi dua kali.

Entah setan mana lagi yang ada di kedua telingaku, tanpa ragu aku pun meminta ucup untuk menyelesaikan pembayaran ini sekaligus menyelesaikan semuanya.

"Cup, udah transfer aja lah sisanya. Biar deh rugi dua kali. Kita udah terlanjur masuk. Nanti biar kita sumpahin aja duit yang dia dapet tuh bikin dia menderita sampe tua."

Ucup mengiyakan saja perkataanku, dia langsung masuk Bank, mulai menulis form transfer, dan menunggu antrian. Dia memang tidak bisa menggunakan ATM lagi dikarenakan sudah masuk limit transfer harian. Sedangkan aku memilih menunggu di luar dan terus mencoba untuk tetap berhubungan dengan si penjual.

"Di, udah gue transfer. Kasih tau aja orangnya."

Aku dibuat cukup kaget oleh kedatangannya yang muncul tiba-tiba disaat ku sedang berharap cemas menunggu balasan dan telepon dari si penjual yang tak kunjung tiba. Kulihat jam tanganku telah menunjukkan jam 9 pagi, tepat dengan kesepakatan baru yang kami buat dengan si penjual.

Setelah ku kirim sms konfirmasi, anehnya si penjual langsung menelepon balik dan mengatakan bahwa pesanan kami akan diantar segera dan kami diminta menunggu.

Kami tahu, pesanan kami tidak akan pernah datang, sama halnya dengan keyakinan kami bahwa si penjual sudah tentu akan menghilang.

Aku merenung sejenak, andai saja Ucup tidak mentransfer uang kami saat itu. Andai saja Ucup tidak mengiyakan ide gila ku. Dan andai saja aku lebih memilih belajar dibanding membaca iklan itu. Mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi. Ucup tidak perlu kehilangan uangnya yang akan digunakan untuk membayar kuliahnya nanti. Aku juga tidak perlu berhutang sebanyak itu. Dan kami tidak perlu membolos kuliah hari itu.

Kupandangi kalender, kugenggamnya dengan erat, dan kutatapnya dengan lekat. Kutandai hari itu sebagai pengalaman hidupku. Hari itu tepat berada di bulan Desember dimana orang-orang kristiani merayakan Natal, dan orang-orang di seluruh dunia mempersiapkan pesta pergantian tahun. Namun tak demikian denganku, aku yakin aku akan kesulitan melewati pergantian tahun dengan senyuman. Aku kesulitan untuk menghadapi kenyataan pahit ini.

Melalui kejadian ini aku sadar, aku terlalu naif, aku terlalu polos, dan aku terlalu egois. Aku menganggap semua orang itu baik dan jujur. Aku tidak menyadari bahwa di luar sana ada banyak orang jahat yang dengan jeli memanfaatkan kebodohan orang lain. Banyak pelajaran hidup di luar sana yang belum kupelajari.

Meskipun hari itu aku terpuruk, semoga hari itu juga bisa menjadi titik balik ku dalam mengejar semua impianku.



December 2010 by Trickk
Genre : drama, biography

*True Story yang kubuat khusus teruntuk sahabat seperjuanganku, Maulana Yusuf.



Sabtu, 31 Agustus 2013

Pak Sarno, atasanku yang luar biasa

Suara bising malam itu sedikit lebih bersahabat, tidak terlalu membuat telingaku tersayat oleh deru mesin yang biasanya berlipat-lipat. Kulihat mesin yang selalu bersamaku setiap hari sedang dalam keadaan yang sangat menyebalkan. Sebenarnya, hal ini sudah biasa bagiku, bahkan sudah biasa bagi kedua rekanku, Mang Aja dan Reno, yang setiap hari menemaniku.

Segera aku menghampiri mesinku dengan langkah yang mantap, kusiram dan kubersihkan produk-produk hasil produksi yang mengotori kaca-kaca mesinku. "Duh, nge-jam lagi ya?" terdengar suara kekecewaan dari arah belakangku. "Iya, Pak. Setengah jam udah ketiga kalinya nih. Pack-nya penyok-penyok terus" Jawabku cepat. Segera dia mengamati keseluruhan mesin, mencoba menganalisis setiap kemungkinan masalah yang ada.

"Ini ada yang patah volume flap nya." terang A' Randy, begitulah ku memanggilnya, seorang teknisi muda yang biasa memperbaiki mesinku ketika bermasalah. Aku menyadari, analisanya boleh jadi tepat, namun tidak demikian bagi Pak Sarno atasanku. "Coba Pak, saya mau cek cutting unit nya." seru beliau kepada A' Randy. Dengan cekatan beliau meraba, memastikan ada tidaknya bagian mesin yang patah atau tidak sesuai dengan semestinya.

"Ini bukan volume flap nya Pak, ini pasti ada spring di cutting unit yang patah. Coba tolong bongkar bagian ini ya Pak." A' Randy yang tampak ragu mencoba untuk menuruti permintaan Pak Sarno untuk membongkarnya. Benar saja, ternyata ada spring di cutting unit yang patah. Segera setelah diperbaiki, mesinku kini mulai beroperasi dengan semestinya.
   
Begitulah Pak Sarno, meskipun beliau bukanlah seorang teknisi yang bertanggung jawab terhadap kerusakan mesin, namun beliau memiliki analisis yang hampir selalu tepat. Meskipun posturnya kecil dan usia nya sudah menginjak setengah abad, namun langkahnya selalu cepat dan aura wajahnya selalu bersemangat. Tutur kata nya serasi, tanpa pernah mencoba menggurui atau bahkan menghakimi. Beliau selalu total dalam bekerja, tak pernah baginya berpura-pura sakit seperti halnya karyawan lainnya.

Pak Sarno juga tidak pernah menasihati bawahannya secara langsung, tetapi selalu berusaha untuk menceritakan kejadian-kejadian atau contoh-contoh yang berhubungan. Pernah suatu saat beliau menasihatiku. "Mas Tri, kemarin di shift siang ada yang luka kena cipratan steam."

"Oh, ya Pak. Saya harus lebih berhati-hati." jawabku pelan.

Banyak yang menyukai beliau namun juga banyak yang tidak menyukainya. Namun bagiku, beliau adalah sosok yang baik untuk dicontoh dan dihormati. Karena beliau lah, aku mempelajari sosok yang benar-benar meresapi bahwa bekerja adalah sebuah ibadah.



*Cerita pendek inspiratif yang khusus ku tulis dan didekasikan untuk Beliau.

Senin, 14 Januari 2013

Dinar-Dirham sebagai produk investasi atau sebagai alat tukar muamalah?

Beberapa saat yang lalu, saya melakukan transaksi yang cukup intens via whatsApp Messenger dengan pelanggan komputer baru saya yang tinggal di daerah ciawitali, cimahi yang sebut saja bernama Pak Slamet. Setelah adanya kesepakatan, dia mempertanyakan ke saya apakah cara pembayarannya bisa menggunakan dinar-dirham. Tentulah saya kaget, ini adalah sesuatu hal yang sangat asing untuk didengar, karena umumnya seorang calon pembeli hanya mempertanyakan apakah bisa dibayar menggunakan debit, transfer rekening, kredit, atau uang cash.

Memang bila menilik terhadap apa itu dinar-dirham, tentu tidaklah lepas dari suatu mata uang koin berupa emas (apabila dinar) dan perak (apabila dirham) yang biasa dipergunakan oleh kalangan negara Islam semenjak dulu yang memiliki ketetapan atau nilai tukar yang tidak pernah berubah semenjak zaman Rasul.

"Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah koin emas yang memiliki kadar 22 karat emas dengan berat 4,25 gram, sedangkan Dirham perak Islam memiliki kadar perak murni dengan berat 3 gram atau lebih tepatnya 2,975 gram." (wikipedia.com).

Karena tertarik dengan permintaan, "Bisa dibayar pake dinar-dirham ga ya mas?" membuat saya spontan menjawab, "Ya boleh pak. Untuk nilai konversi nya bisa mengacu pada kurs saat pengiriman." (Jawaban saya terlihat sok tahu sih, tapi biarlah,hehe).

Dia bertanya lagi, "Saya punya dinar Wakala Nusantara lho, bisa mas?". Oke untuk pertanyaan yang satu ini adalah sesuatu yang ceroboh apabila saya jawab dengan pernyataan yang berbau sok tahu, karena memang saya ga tahu sama sekali apa itu dinar Wakala Nusantara. Sejauh yang saya tahu, dinar adalah produk koin emas yang dikeluarkan oleh PT Antam dan didistribusikan ke agen-agen seperti Gerai Dinar dan turunannya.

Belum sempat saya merespon, rupanya dia sudah mengantisipasi kebingungan saya dengan mengatakan, "Dinar wakala nusantara ini juga keluaran Antam kok mas, sama kaya GD (Gerai Dinar)." Seperti biasa, setiap hal baru yang membuat saya penasaran, pasti saya langsung mencarinya di internet. Oke, saya langsung ketikkan di Google. "Dinar Wakala Nusantara".


"Wakala Induk Nusantara adalah Wakala Pusat Dinar Dirham yang berfungsi sebagai pusat distribusi Dinar Emas Islam dan Dirham Perak Islam dengan layanan sebagai berikut:
  • Penukaran IGD dan ISD dengan mata uang rupiah atau logam emas dan perak;
  • Gateway fisik dari e-Dinar;
    • Pembayaran ke vendor 3rd party
    • Transfer antar-pemegang rekening
    • Transfer antar-wakala
  • Jasa penitipan;
  • Payment System
  • Konsultasi qirad dan e-qirad;
  • Kliring
  • Memfasilitasi Market / e-market." (wakalanusantara.com)

Tampak jelas bahwa kegiatan atau cita-cita utama dari wakala nusantara adalah untuk memulai memasyarakatkan kembali dinar-dirham sebagai mata uang yang sebenarnya yang sesuai dengan syariat Islam dan memiliki nilai tukar yang adil dan bebas dari inflasi.

Karena hal tersebut, saya mulai merenung,
"Apakah motif saya dalam kepemilikan dinar selama ini?"

Dalam buku "Think Dinar" karya Bapak Endy Kurniawan memang dijelaskan secara  gamblang tentang fungsi, kegunaan, dan keuntungan dari kepemilikan dinar-dirham. Tetapi saya rasa buku tersebut memiliki misi lain secara tersirat. Cita-cita utama kepemilikan dinar-dirham menurut wakala nusantara adalah sebagai alat tukar yang syar'i, namun dalam buku ini justru berulang kali dibahas tentang potensi dinar-dirham sebagai produk investasi. Selain itu juga dibahas bagaimana kelebihan dinar-dirham sebagai produk investasi dibandingkan dengan LM batangan.

Memang isi buku ini tidak sepenuhnya salah, dan saya sangat menyukai buku tersebut karena memang ditekankan disana bahwa cara paling bijak dalam menabung selain di bank untuk jangka panjang (semisal berangkat haji atau biaya kuliah anak) adalah dalam bentuk tabungan dinar-dirham.

Pak Slamet menjelaskan kepada saya bahwa apabila ada toko beras yang mau dibayar dengan dinar-dirham, maka dengan senang hati akan dilakukannya. Dia lalu memberi contoh toko-toko dan restoran di Bandung yang menerima pembayaran menggunakan dinar-dirham dan cukup banyak. Dia menambahkan bahwa biasanya pemilik toko atau restoran tersebut memang tahu akan kelebihan dinar-dirham sebagai mata uang dibandingkan dengan mata uang kertas. Selain itu juga, menurutnya, para pemilik toko atau restoran tersebut tidak semuanya Muslim, jadi apabila umat Non Muslim saja lebih suka bertransaksi dengan dinar-dirham, kenapa umat Muslim sendiri tidak?

"Pak Slamet menjelaskan kepada saya bahwa apabila ada toko beras yang mau dibayar dengan dinar-dirham, maka dengan senang hati akan dilakukannya."

Memang memiliki dinar wakala nusantara ini sedikit membuat kecewa, karena pihak mereka sendiri mematok nilai buy back price sebesar 10% dari harga jual. Bayangkan dengan nilai buy back price yang dicanangkan oleh Gerai Dinar yang hanya sebesar 4%. Bahkan kedepannya pihak wakala tidak akan menerima buy back lagi dengan maksud untuk lebih mempergunakan dinar-dirham sebagai alat pembayaran sehingga kedepannya tidak akan ada lagi orang yang kembali untuk menukarkan dinar-dirham wakala mereka ketika harga emas dunia sedang melonjak naik.

Perlu diketahui, Bapak Endy Kurniawan adalah pemilik distributor dinar-dirham bernama Salma Dinar (salmadinar.com) yang juga merupakan turunan dari Gerai Dinar sebagai induknya. Dalam hal ini dapat Anda simpulkan sendiri adanya keterkaitan antara isi buku dengan motif bisnis yang ada pada Gerai Dinar agar masyarakat mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi dinar-dirham sebagai alternatif investasi emas selain LM, dibandingkan dengan motif murni dakwah yang dilakukan oleh Wakala Nusantara untuk memasyarakatkan penggunaan dinar-dirham sebagai alat pembayaran.

Meskipun berbeda cara, tetapi semoga saja misi dan cita-cita wakala nusantara dan gerai dinar dalam memasyarakatkan kembali penggunaan dinar-dirham dalam proses jual beli di Indonesia dapat terus berjalan sehingga diharapkan semua umat akan terangkat secara ekonominya dibandingkan dengan kepemilikan uang kertas rupiah yang semakin tergerus oleh inflasi. Semoga saja.

Setelah panjang lebar berdiskusi tentang dinar-dirham, akhirnya saya memutuskan untuk dibayar menggunakan rupiah saja. Nah loh? Kenapa bukan dinar-dirham? Iya soalnya uangnya mau saya putar lagi dan toko rekanan saya ini kan gak nerima pembayaran pake dinar-dirham, yasudah deh, hehe.

Atas dasar hal tersebut adalah perlu bagi kita untuk menentukan untuk apakah tujuan kita dalam kepemilikan dinar-dirham. Apakah kita termasuk seorang investor sejati yang membeli disaat murah dan menjual kembali disaat harga sedang tinggi atau seorang yang memanfaatkan dinar-dirham sebagai sarana dakwah untuk lebih memasyarakatkan penggunaannya sebagai mata uang sejati?

Saya sendiri memilih menyimpan dinar-dirham sebagai media alternatif menabung selain di bank untuk jangka panjang. Sebenarnya masih mirip-mirip dengan pengertian investasi sih, tapi bedanya ketika saya akan membeli sesuatu, misal pergi umrah atau membeli rumah, dan si penjual tidak keberatan dibayar dengan dinar-dirham, maka akan saya lakukan. Sedangkan apabila dengan LM batangan, tentulah pasti akan dicairkan dulu dalam bentuk rupiah karena persoalan ragamnya ukuran LM yang ada.

Sekian tulisan saya, mohon maaf atas banyaknya kesalahan.
Wallahu a'lam bissowaf..

CMIIW 



Minggu, 10 Juni 2012

Cepet yah perpanjang STNK itu, 5 menit aja, tapi ga lewat Calo...

Tanggal 4 juni kemarin, sengaja gw sempatin pulang ke jakarta buat ngurus perpanjangan STNK motor gw yang habis bulan Juni ini. Kebetulan memang motor pemberian orang tua gw ini masih lah plat B (Jakarta), jadilah gw harus berurusan dengan Samsat Jakarta. 

Esoknya, tanggal 5 Juni, gw berangkat ke samsat Jakarta Timur di daerah by pass kebon nanas sekitar jam 9. Agak terlambat sebenarnya, gw pun udah pasrah aja bakalan antri lama. Perlu diketahui, gw ke samsat ditemani sama nyokap dan keponakan gw yang masih balita. Maka dari itu gw kasian sebenarnya sama nyokap kalo nanti prosesnya lama. Tapi berhubung nyokap gw ini udah berpengalaman (sering), jadilah gw harus ajak nyokap. 

Hal pertama yang biasa dilakukan seperti biasa adalah mengambil dan mengisi formulir permohonan perpanjangan STNK. Proses kedua melengkapi persyaratan, seperti fotokopi2 gitu. Setelah itu barulah gw menuju loket pendaftaran untuk menyerahkan formulir dan mengambil nomer antrian. Nah disinilah dimulai keajaibannya,sewaktu gw kasih surat2 tersebut, si petugas ini bilang, "Ini punya Ibu ya?" (Maksudnya nyokap gw). "Iya." (Jawab nyokap gw sambil gendong carissa keponakan gw.). Si petugas langsung bilang lagi "Yaudah Bu, langsung bayar aja di kasir, duduk aja dulu sebentar, biar saya urusin." Kalimat itu bener-bener bikin gw ga ngeh. Gw respon bilang gini, "Pak nomor antriannya mana?". Nampaknya si petugas ini memang perlu ngasih penjelasan lebih sampe akhirnya dia bilang lagi. "Ibu duduk aja langsung, tinggal bayar di kasir aja, ini biar saya urusin biar cepet." Sampe situ gw baru paham, oke gw langsung ajak nyokap gw buat cari tempat duduk. 

Baru beberapa menit duduk, terdengarlah panggilan atas nama bokap gw oleh petugas kasir, gw sama nyokap pun bergegas dan langsung membayar perpanjangan STNK sebesar 170 ribu. Kemudian gw diminta untuk duduk kembali seraya menunggu STNK baru selesai dicetak. Lagi-lagi ga sampai 5 menit, lembaran STNK baru tersebut diserahkan dan gw pun langsung bergegas pulang. 

Dari pengalaman gw di atas, gw sempat bertanya-tanya kenapa. Nyokap gw dengan enteng ngejawab, "Ini gara-gara mama gendong carissa. Itu pak polisinya kasihan, makanya dibantuin ga perlu antri." Oke sampe situ gw ngangguk-ngangguk aja sebagai tanda persetujuan.

Jadilah gw pikir wah bagus juga ide membawa seorang ibu separuh baya yang membawa anak balita untuk menyelesaikan proses birokrasi yang seharusnya berbelit dan lama menjadi sebentar saja. Oke, begitulah kira-kira pengalaman gw kemarin. Sengaja gw abadikan dalam blog gw karena memang gw merasa unik dan lucu aja. ^.^

Senin, 26 Maret 2012

Anak Pertama

Berikut ini saya mau berbagi kisah pendek yang jujur saja sangat inspiratif dan menyejukkan hati. Kisah ini saya sadur dari kultwit seorang kyai NU terkenal, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Solahuddin Wahid (Gus Sholah), melalui akun twitternya di @gus_sholah.

0. Selamat pagi semua. Ada kisah singkat yg mungkin anda sdh pernah baca. Prasetia. Seorang pemuda naik pesawat udara dari semarang ke Jakarta.

1. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

2. "Ibu, ada acara apa ke Jakarta?" tanya si Pemuda. "Saya mau ke Jakarta terus ke Singapore nengok anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.

3. "Wah, hebat sekali putra ibu" kata si pemuda. "Kalau saya tidak salah, yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak-adiknya?

4. "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta,

5. yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."

6. Pemuda tadi terdiam, hebat ibu ini, bisa mendidik putra2-nya dengan amat baik, dari putra ke 2 sampai ke 7. " terus bagaimana dengan putra pertama ibu?"

7. Sambil narik napas panjang, si ibu menjawab,"anak saya yang pertama jadi petani di Jogja. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu luas"

8. Si Pemuda : "maaf, apakah ibu kecewa terhadap putra pertama, adik-2nya berpendidikan tinggi dan sukses dalam karir, sedang dia jadi petani?"

9. Tahukah jawab si Ibu? Dengan tersenyum si Ibu menjawab, "Oo tidak, tidak begitu nak. Justru saya amat bangga terhadap anak pertama saya,

10. karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani" Hikmah : Everybody in the world is an important person.

11. Open your eyes, your heart, your mind, your point of view because we can't make summary before read "the book "completely.

12. That's the wise says. Itulah kisah yang saya ambil dari email yang saya terima. kisah itu dulu sudah pernah saya dengar, tapi tetap punya makna.

Disadur dari @gus_sholah

Minggu, 12 Februari 2012

The Power of Giving - Sedekah

Semenjak kecil, gw dibiasakan oleh Ayah untuk berinfaq Jum'at di Masjid. Jadi, yang diajarkan oleh beliau adalah dengan memberikan uang beliau ke gw untuk memasukkannya ke kotak Masjid, jadi beliau selalu enggan untuk beramal langsung, selalu saja uangnya diberikan ke gw untuk memasukkannya di kotak amal. Begitulah pengalaman kecil gw tentang memberi. Tidak terlalu banyak memang.

Sebenarnya Ayah gw bukanlah tipikal yang gemar bersedekah, tetapi hal-hal kecil seperti yang gw ceritakan sebelumnya cukup memberikan gw pembiasaan yang berharga tentang memberi. Mungkin dikarenakan kondisi keuangan keluarga gw dahulu yang tergolong kurang, membuat masa kecil gw jauhlah dari kata 'memberi'. Justru gw lebih senang berharap pertolongan orang lain, seperti bantuan teman-teman gw. Gw tergolong jarang berbagi atau memberikan barang-barang gw ke orang lain, setidaknya sampai gw akhirnya kuliah dan hidup mandiri di Bandung. Karena di masa kuliah inilah, akhirnya gw tersadar betapa mulia dan bahagianya bisa berbagi kebahagiaan dengan siapapun.

Sedekah merupakan penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; bagai sebutir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai seratus biji. Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَٱللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al Baqarah: 261).

Selain itu seorang hamba akan mencapai hakikat kebaikan dengan sedekah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لَنْ تَنَالُواْ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُواْ مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92)

Kejadiannya begini, jujur saja, di awal-awal kuliah gw termasuk yang kurang bersedekah. Mungkin bisa dibilang pelit kali ya. Masalahnya, kalau bicara sedekah menggunakan hitung-hitungan matematika, pastilah akan sulit untuk mendapat rasio jumlah anggaran gw yang dialokasikan untuk sedekah. Kalau menurut hitung-hitungan matematika jaman jahiliyah gw dulu tuh gini; gw dapet uang dari beasiswa sebesar 750rb, dapet dari kakak sebesar 200rb, jadi total gw dapet 950rb perbulan. Pembayaran sewa kos sebesar 350rb, artinya gw masih punya uang 600rb perbulan yang gw alokasikan untuk biaya hidup gw. Dan kalaupun sisa, itu akan gw tabung di bank. Sungguh sangat standar sekali.

Apabila gw pulang ke rumah orang tua gw di bekasi di awal bulan, gw selalu berharap kakak gw ngga "lupa". Ya meskipun secara langsung gw ngga meminta, tetapi di dalam hati gw sangat berharap,hehe.

Begitulah kira-kira pola pikir keuangan gw, padahal kalau bicara sedekah tentulah ngga bisa dipikir secara matematika manusia, sampai kejadian-kejadian yang mampu membuat gw hancur di bulan-bulan akhir 2010. Gw diberi kado sepatu oleh kakak gw yang kalau dirupiahkan sekitar 400rb sebagai hadiah ulang tahun gw di bulan September 2010. Seminggu kemudian gw pakai sepatu ini ke ITB dalam rangka menemani teman-teman sekelas gw yang lagi ikut kontes robot disana. Tanpa punya firasat apapun, gw break sholat dzuhur di Masjid Salman ITB. Sepatu gw taruh saja di tangga menuju pelataran masjid. Gw pun sholat. Yap, seperti yang mungkin sobat duga, sepatu gw raib entah kemana. Gw ikhlas saat itu,hiks.

Gw telpon kakak gw saat itu juga untuk meminta maaf karena ngga bisa merawat sepatu pemberiannya yang masih seminggu usianya, tetapi dengan gampangnya dia bilang akan beliin gw sepatu lagi dalam waktu dekat. Makin bersalah lah gw.

Ngga cukup sampai disitu, bala bencana kembali datang 3 bulan berikutnya, kali ini yang paling membuat gw hancur. Seperti yang gw tulis di artikel sebelumnya, gw tertipu 2,5 juta rupiah karena melakukan transaksi pembelian hp yang barangnya ga kunjung datang via online.

Barulah sederet kejadian tersebut membuat gw mulai berpikir. "Apa iya ini teguran Alloh buat gw? Gw sepertinya kurang bersyukur dan terlalu mencintai harta sehingga enggan untuk berbagi."

Akhirnya di tahun 2011, gw mulai bangkit dan berusaha untuk memperbaiki segala kelalaian gw selama ini. Gw mulai usaha jualan di tahun ini dan alhamdulillah lumayan. Gw juga meningkatkan amalan jum'at gw. Gw selalu teringat nasihat-nasihat tentang sedekah, "Lihat dompet kamu, Sedekahkan lah lembaran uang dengan nilai tertinggi." Artinya, jika gw melihat lembaran 100rb, maka "apeslah" gw,hehe.

Ustadz Yusuf Mansur selalu berpesan, cara awal untuk memulai bersedekah adalah langsung dipraktekkan saja. Pertama coba aja rutin keluarin 10rb di setiap jum'at. Kalau sudah terbiasa, naikan jadi 20rb, terus sampai jumlah yang tidak terhingga.

Analogi sedekah yang paling sederhana itu seperti kita ketika belajar sholat. Mungkin pertama-tama kita sholat karena disuruh oleh orangtua atau ngga ikhlas, tetapi lama-kelamaan karena sudah terbiasa membuat rohani kita merasa butuh dan kehilangan apabila kita meninggalkan waktu sholat meskipun tidak disuruh oleh orangtua. Begitu juga sama halnya dengan belajar bersedekah. Mungkin awalnya kita berat hati dan ngga ikhlas mengeluarkan uang yang kita cintai ini, tapi kalau sudah terbiasa, mungkin saja kita seperti ingin mengeluarkan saja semua harta yang kita punya, karena toh harta adalah titipan Alloh dan merupakan hak-Nya untuk mengatur rezeki kita, jadi ikhlas saja. Faktanya, orang yang sukses itu kebanyakan adalah orang yang dermawan. Mereka ngga pernah takut untuk miskin karena memberi. Justru mereka yakin bahwa dengan memberi, mereka akan mendapatkan lebih.

Di 2011 ini gw mulai membiasakan diri, melatih diri, mengikhlaskan diri untuk belajar bersedekah. Pada akhirnya gw ngga segan lagi memasukkan lembaran uang 50/100rb kedalam kotak amal jum'at. Gw juga udah rutin memberi orang tua di setiap bulannya, begitu juga dengan adik-adik gw.

Gw selalu merenung, andaikan saja umat Islam itu rajin bersedekah, pastilah ngga mungkin ada orang miskin dan meminta-minta di perempatan lampu merah ataupun para santri yang meminta sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan. Padahal jika mendengar kisah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat ringan tangan dalam bersedekah. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu’anhu telah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan, dan Umar Radhiallahu’anhu menginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahu’anhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-‘usrah dan lain-lain sebagainya.

Berbicara sedekah otak kanan, pakar Ippho Santosa selalu berpesan bahwa jika ingin kaya, maka sedekah dulu, bukan kaya dulu baru sedekah. Jika ingin sembuh dari penyakit, sedekah dulu baru memohon dan berikhtiar demi kesembuhan, bukan sebaliknya. Mau punya hajat apapun itu, sedekah saja dulu, baru memohon dan berusaha. Lagi-lagi menurut beliau, sedekah itu ngga bisa dihitung-hitung menggunakan matematika manusia. Ungkapan "Take and give" atau "Ambil dan beri" juga perlu untuk dikoreksi oleh beliau menjadi "Give and Given" atau "Memberi dan Dilipatgandakan". Artinya jika kita sering memberi, otomatis Yang Maha Kuasa tidak segan untuk melipatgandakan. Ingat, rezeki itu tidak selalu berbentuk kekayaan. Kesehatan, jodoh, kelancaran bisnis, dan lain sebagainya dapat dikategorikan rezeki.

Setiap sholat jum'at, gw selalu sempatkan diri untuk mendengar perolehan amal jum'at minggu sebelumnya suatu masjid, si pembicara biasanya menyebutkan jumlahnya, misalnya 250rb. Dalam hati gw jelas pasrah. "Jika saja perolehannya 250rb dengan total jemaah berjumlah mencapai 200 orang bahkan lebih, artinya rata-rata setiap jemaah hanya ikhlas mengeluarkan 1000 rupiah." Padahal apabila seorang saja bersedekah 10rb, mungkin saja setiap jum'at perolehan amal masjid meningkat menjadi 2 juta rupiah.

Yah beginilah memang kenyataan umat Islam negara kita, untuk itu cobalah kita sama-sama intropeksi, "Sudahkah saya berbagi untuk sesama?". Mari kita sama-sama untuk belajar bersedekah, dengan keutamaan sedekah seperti di awal artikel ini, pastilah kita akan dijauhkan dari segala bala bencana, dilipatgandakan rezeki, dan membuat hidup kita menjadi lebih mulia. Mulailah dari diri sendiri, kemudian ajak teman-teman dan keluarga untuk lebih gemar berbagi.

Wallahu a'lam bis sowab.

Senin, 06 Februari 2012

Track Record jualan sebelumnya bagus belum menjamin kejujuran seseorang seller online untuk melakukan penipuan

Hari kamis kemarin ini, saya di invite oleh salah seorang calon pelanggan komputer saya yang ternyata kaskuser. Dia ingin saya merakitkan saja komputer seken yang baru saja dia beli secara online via kaskus juga. Dalam hati saya, "Ya mudah dong, gw cuma ngerakit+instal-instal doang kan."

Singkat cerita hari sabtu paginya dia menginformasikan bahwa komputer seken yang dia terima ga lengkap, jadi vga+psu+hdd nya ga ada, okelah gw bilang ke dia kalau gw nunggu dulu aja sampai semua partnya lengkap.

Sabtu malamnya, dia bbm lagi dan ternyata hddnya aja yang ga ada dan akhirnya beli di gw hdd Seagate 750GB+DVDRW Liteon baru. Dan kita pun janjian esok hari minggu sore untuk ketemuan di kosannya dia di daerah Tubagus Ismail Dago.

Kesan pertama, kosannya bagus dan terlihat mahal. Setelah berkenalan, anggap saja namanya Rio, gw langsung diceritain sama Rio kalau sebenarnya proses pembelian komputer seken tersebut ga berlangsung baik. Ada indikasi penipuan disini. Jadi, barang-barang yang dikirim tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Jadi awalnya si seller asal Lampung ini menjual komputer seken dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Processor AMD Phenom II X4 945
2. Motherboard Gigabyte GA-M68
3. Ram Corsair 4x1GB
4. HDD 500GB+160GB
5. CDRW
6. VGA Calibte GTX560 1GB
7. PSU Seasonic 760W
8. Case VenomRX Habu Full neon
9. Cooler CPU Coolermaster
dengan harga yang disepakati sebesar 5 juta rupiah.

Singkat cerita, si Rio ini memutuskan untuk melakukan sistem pembayaran langsung karena merasa si seller ini sudah cukup punya reputasi yang baik di kasus setelah melihat thread penjualan sebelumnya selalu mulus.

Ternyata di hari ketika barang sampai, ada beberapa part yang tidak disertakan dalam paketan. HDD+VGA+PSU tidak disertakan oleh si seller. Lantas, komplain lah si Rio ini, sayangnya nomor kontak si seller mendadak dinon-aktifkan.

Tidak kehabisan akal, si Rio ini langsung melapor ke polisi dan membuat BAP tentang indikasi penipuan dengan menyertakan beberapa bukti via sms. Berbekal pelaporan ke polisi ini, si Rio mencoba meminta bantuan pihak BCA untuk memblokir rekening si seller.

Tidak sampai disitu saja, si Rio ini juga membuat thread surat terbuka pernyataan penipuan yang telah dilakukan oleh si seller ini di kaskus. Beruntung, kaskuser regional lampung merespon baik dan mencoba mencari segala informasi tentang si seller dan mencoba untuk menerornya.

Merasa ga nyaman, akhirnya si seller muncul juga dengan menelepon si Rio ini dan menjelaskan duduk permasalahannya. Si seller ini beralasan bahwa sebenarnya penjual komputer itu bukanlah dirinya melainkan temannya yang meminjam ID kaskus dia. Si seller ini pun berjanji untuk membantu Rio untuk mencari temannya tersebut. Si seller ini kembali menelepon bahwa dia ga berhasil menemukan temannya tersebut di kosannya dan hanya menemukan sisa-sisa part yang belum diantar (VGA+PSU) dan berjanji untuk segera mengirimkannya. Barang pun akhirnya sampai juga.

Dari cerita tersebut, gw pikir ya ada benarnya juga jikalau manusia itu bisa dengan cepatnya berubah secara sifat. Gw merasa bisa jadi si seller ini sedang butuh uang mendesak dan lain sebagainya yang membuat pada akhirnya dia harus melakukan penipuan meskipun sebenarnya dia punya reputasi yang baik.

Dalam melakukan bisnis online, tetaplah kejujuran dan kepercayaan adalah 2 hal terpenting. Kita harus percaya sebagai seorang calon buyer dan juga harus jujur sebagai seller. Jika seorang calon buyer ragu, ada baiknya melakukan pembayaran melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya atau rekening bersama. Gw selalu berharap kedepannya semakin sedikit bentuk-bentuk penipuan online yang terjadi. Mudah-mudahan saja.

Bagi yang mau lihat link thread si rio ini silakan klik

Kamis, 02 Februari 2012

Desember 2011 : Awal investasi dinar emas! Rencanakan masa depan semenjak dini.

Jujur saja, sebenarnya gw ga terlalu peduli akan emas dan kesaktian emas sebagai jaminan masa depan kita. Soalnya, pola pikir gw masihlah jangka pendek, seperti yang penting gw mulai jadi karyawan di bulan juni 2012 dan kepastian akan dikontrak selama 5 tahun, setelahnya gimana nanti aja, sangatlah ga berencana kan?

Entah darimana mulainya , gw tertarik untuk mengenal emas setelah membaca tweet teman SMA gw, Reza, yang ternyata seorang penggiat KEBUN EMAS. Akhirnya gw mulai cari tahu apa sih KEBUN EMAS. Setelah gw selidiki, berkebun emas adalah suatu teknik pemanfaatan emas dengan model beli gadai bertingkat yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih dibandingkan model investasi konvensional dengan cara disimpan saja.

Disitu sebenarnya gw masih belum beranjak tapi udah mulai memikirkan tentang potensi emas. Akhirnya gw mulai ikut mem-follow akun twitter pakar-pakar emas seperti Bapak Endy Kurniawan (@endykurniawan) dan Bapak Ahmad Gozali (@ahmadgozali).

Perlu diketahui bahwa pak Endy ini ternyata adalah seorang penulis buku Best Seller berjudul 'Think Dinar' yang faktanya mulai menggelitik hati gw untuk membeli dan membacanya.

Singkat cerita, sumpah, pola pikir gw berubah total setelah selesai membaca buku tersebut. Sangat-sangat merubah total pemikiran gw selama ini tentang manfaat berinvestasi emas dibanding menabung di bank.

Gw sangat merekomendasikan sobat sekalian untuk membaca buku 'Think Dinar' sebagai salah satu bacaan wajib kita sehari-hari. Di buku tersebut kita akan mempelajari apa sih emas itu? Apa sih Dinar itu? Bedanya antara emas batangan dan dinar emas dimana? Lebih menguntungkan mana memiliki emas atau menabung di bank maupun deposito? Semuanya dibahas disini.

Ga perlu waktu lama buat gw untuk segera bertindak. Gw pengen beli DINAR! Mulailah gw mencari tahu dimana penjualnya yang terpercaya. Disaat gw mencari informasi, gw teringat akan salah satu teman BBM gw yang sebelumnya pernah konsultasi komputer ke gw. Jadi dia sering membuat personal message jualan dinar/dirham gitu. Maka dari sanalah langsung aja gw coba tanya beliau.

Setelah berkonsultasi panjang lebar tentang harga dinar, akhirnya gw langsung menuju TKP di jalan Cihampelas di medio pertengahan Desember 2011 (Maaf gw lupa tanggalnya). Oya nama beliau adalah Johan Lukman dan memiliki website di dinarbandung.com. Gw langsung beli 1 keping dinar seharga Rp 2.220.000. Perlu diketahui, gw sukses mengajak teman baik gw (Maulana Yusuf) untuk ikut memulai berinvestasi dan dia pun juga akhirnya ikut membeli juga 1 dinar.

Salah satu keuntungan yang gw rasakan setelah memulai untuk berinvestasi emas adalah niatan untuk tidak lagi boros dan berhura-hura, melatih hemat, cermat, dan berpandangan jauh ke depan. Dinar emas ini sangatlah liquid, artinya disaat kita membutuhkan dana tunai, kita bisa langsung menjualnya atau menggadaikannya apabila dirasa mampu untuk segera menebusnya dalam waktu dekat. Dengan fenomena kenaikan rata-rata 20% setahun, emas dan dinar tetaplah pilihan investasi termudah dan teraman yang bisa kita ambil dibandingkan dengan bermain reksadana, saham maupun obligasi.

Minggu, 22 Januari 2012

Buka usaha jual beli komputer karena tertipu jutaan rupiah

Siapa sangka gw memulai awal tahun 2011 dengan tidak mengenakkan. Kenapa? Yap, gw termasuk salah satu korban cyber crime yg lagi marak-maraknya saat ini, gw tertipu sebesar 2,5 juta setelah mengadakan proses transaksi fiktif pembelian beberapa HP yang barangnya tak kunjung datang pada desember 2010 silam.

Kejadian tersebut bagaikan sebuah bencana besar dalam hidup gw. Sedih pasti, merasa bodoh pasti, intinya saat itu gw seperti berada pada titik terendah dalam hidup gw sebagai seorang manusia. Bukan apa-apa, uang yang gw pergunain tersebut adalah uang pinjaman dari teman baik gw (Maaf gw rahasiakan dulu namanya) yang bodohnya juga gw ajak gabung juga. Gimana menurut sobat? Dobel kan dosa gw? hiks.

Setelah kejadian itu, pertama pastilah gw menyesal, terutama terhadap diri gw dan teman gw ini. Saat itu, gw sampe bela-belain bolos kuliah karena saat itu pikiran gw kalut tak menentu. Tapi gw percaya kalau Alloh Maha Berencana, esoknya gw kembali menjalani hidup gw seperti biasa dan berusaha untuk tetap tegar agar tidak dicurigai teman-teman sekelas. Gw terus berupaya melupakan dan ikhlas meskipun sebenarnya sulit. Gw juga membayangkan betapa hancurnya hati temen gw ini.

Perlu diketahui, sebagai seorang mahasiswa yang belum bekerja, tentulah keputusan yang dilakukan kami sungguhlah beresiko. Niatnya sih ingin jadi semacam reseller handphone gitu, tapi faktanya mengenaskan. gw kurang teliti saat itu, jujur saja hawa nafsu gw mampu mengalahkan logika sehat gw.

Gw berdoa dan memohon petunjuk dari-Nya untuk dibukakan jalan untuk melunasi hutang gw ke temen gw tadi. Gw janji ke temen gw ini kalau akan melunasi hutang gw ini maksimal 6 bulan atau tepat di bulan juni 2011. Bagaimana cara melunasinya? Gw juga ga tau dong, apalagi gw udah melepaskan diri dari tanggung jawab orang tua semenjak kuliah beasiswa ini. Tapi yang pasti rencananya gw akan menyisihkan uang beasiswa kuliah gw yang saat itu besarnya 855rb per bulannya ditambah hibah dari kakak gw yang besarnya maksimal 200rb perbulannya. Artinya kira-kira gw punya 900-1 juta di setiap bulannya. Uang 1 juta itu juga harus dikurangi sewa kamar kos gw 350rb per bulan. Dengan target 6 bulan, artinya minimal gw harus bisa simpan 400rb per bulannya untuk dicicil (Asumsi 400rbx6 bulan=2,4juta). Kemudian sisa 200-250rb untuk biaya makan gw rasa cukup, tapi pasti akan pas-pasan banget. Tapi bismillah, gw harus bisa belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang gw lakukan dong.

Titik balik kehidupan

Rencana yang gw buat sebelumnya ini memang gw rasa sangat-sangat berat dan gw masih ngerasa ga mungkin bisa menyisihkan uang sebanyak itu di setiap bulannya. Akhirnya gw mutusin untuk menjual barang-barang berharga gw, contohnya komputer gw. Gw pikir biarlah gw ga punya komputer, sementara gw lebih baik nebeng temen aja dulu. Alhamdulillah ternyata Alloh berencana lain, di akhir desember datang lah teman kuliah gw (namanya Redi) yang berminat untuk dibuatin 1 unit CPU yang diperuntukkan untuk server pulsa. Dia percaya sama gw soalnya memang kebetulan gw dinilai teman-teman gw sebagai pakarnya ngerakit komputer. Luar biasa, akhirnya gw bisa rakitin komputer ke orang lain dengan orientasi mencari untung. Gw dapet hampir 1,5 juta disini hasil dari untung ditambah penjualan beberapa part CPU gw. (Perlu diketahui, sebelumnya gw udah beberapa kali merakit komputer untuk teman tapi itungannya hanya menolong saja)

Mungkin bisa jadi sobat bertanya sejak kapan dan belajar dari siapa gw bisa ngerakit komputer ini. Gw jawab aja gw murni otodidak. Gw sebenernya ga tau caranya, gw cuma tau nama-nama part, bentuknya, dan fungsinya apa, setelahnya langsung dipraktekin aja.

Sejujurnya gw udah beberapa kali menjual barang, khususnya PDA Phone dengan memanfaatkan internet. Tapi belum menyadari saja bahwa internet memiliki potensi yang besar apabila kita serius menggarapnya. Segala macam keuntungan berjualan online mungkin bisa gw tulis di tulisan gw selanjutnya. Namun, ironisnya ketika gw ingin menjadi pembeli di internet, gw justru mengalami penipuan. :(

Di bulan Januari 2011, gw iseng nawarin sisa hardware CPU yang gw punya untuk dijual di situs tokobagus. Ternyata ada yang minat serius! Alhamdulillah gw dapet hampir 1jt disini hasil dari untung penjualan ditambah sisa beberapa part CPU gw sebelumnya. Barangnya gw anterin langsung ke rumah pembeli di sekitaran dago. Sepulang dari rumah dia, gw justru kepikiran kenapa ga diseriusin aja. Thanks buat agan yang gw sendiri udah lupa namanya yang secara tidak langsung memberikan inspirasi bisnis yang gw harapin setidaknya bisa membantu gw dalam melunasi hutang gw tersebut.

Sepulang dari sana gw berpikir bisa ga ya ini diterusin? Gimana cara memulainya? Apakah gw harus modal dulu dan stok barang-barangnya dulu atau gw iklanin aja langsung? Gw ga punya modal! (Kebetulan gw punya beberapa kenalan baik dengan toko komputer di kandaga sehingga gw berharap bisa dipermudah dalam menyangkut persoalan modal). Ditambah kemampuan berbicara gw juga payah, terus gimana?

Permasalahan yang gw utarakan sebelumnya memang persoalan klasik bagi seseorang yang lagi galau berbisnis. Tapi entah kenapa saat itu cara pikir otak kanan gw lagi berfungsi dengan benar. Langsung aja gw buat iklan di 2 situs jual beli gratis, tokobagus.com dan olx.co.id. Judul iklannya apa? "Jual PC Rakitan Bandung." Isinya? saat itu gw coba tulis iklannya sederhana aja, rancangan spesifikasi hardware PC dibawah 2 jutaan.

Setelah gw baca ulang iklan gw dan melihat iklan-iklan kompetitor sejenis, ternyata isi iklan gw sama aja kaya mereka, gw pikir kemungkinan akan dilihat orang pun kecil. Gw seharusnya kasih yang beda. Gw tau persis toko komputer itu banyak jumlahnya tapi GW HARUS BEDA, meskipun bisa jadi harga yang gw tawarin lebih mahal.

Entah dari mana munculnya, akhirnya gw kepikiran untuk menambahkan iming-iming "Bonus Koleksi Film-film HD+instal Games-games banyak Diantar bandung" di isi iklan gw. Gw ga tau persis, tapi gw yakin ini beda, gw udah ngecek di banyak iklan, ga ada satupun toko komputer yang kaya gw. Yauda, bismillah aja, gw pede posting iklan itu.

Ternyata benar aja, di akhir januari ada peminat lagi yang jauh-jauh dari Cianjur sms untuk minta dibuatin komputer yang katanya untuk dibuat main game Pro Evolution Soccer 2010 tapi dananya terbatas. Dia bilang juga kalo dia pengen di kopiin film-film koleksi gw. Bekerja dong iklan gw?

Setelah berhasil jual komputer ke pelanggan dari Cianjur ini, gw coba ngelihat isi kosan gw sekarang. Gw ga punya lagi komputer (Halo apa kabar tugas-tugas gw?), tersisa cuma casingnya saja, speaker Simbadda, dan 1 unit monitor tabung 17" ditambah uang hasil jual komputer sekitar 3 jutaan. Gw merasa untung karena jikalau gw jual ke orang lain karena butuh uang, gw yakin harga 1,5 juta udah bagus banget. Tapi faktanya, gw bisa dapetin hampir 2 kali lipatnya kan? Sungguh jual beli itu memang sebaik-baiknya pintu rezeki.

Merambah di kaskus

Melihat besarnya potensi pemasaran via internet, akhirnya gw mutusin untuk membuat iklan di forum kaskus di awal februari. Pertama-tama gw mikir lagi, gimana sih buat thread di kaskus? Jujur aja, gw udah join Agustus 2008 tapi sampai februari 2011 gw ga pernah buat thread sama sekali.

Akhirnya gw coba intip thread-thread yang jual komputer di kaskus, well, banyak bener gan! Bisa ga ya gw bersaing? Gw coba teliti masing-masing thread ternyata semuanya itu berasal dari JAKARTA. Kesempatan dong? Gw coba search, ternyata saingan gw di bandung cuma 1. Pede dong gw, akhirnya gw buat aja tuh thread, sedikit banyak mencontek model atau gaya thread jualan yang lain. Oya, gw juga nyertain senjata pamungkas "Bonus Koleksi Film-film HD+instal Games-games banyak Diantar bandung" sebagai pemanis. Judul threadnya? Gw ga tau asalnya darimana, tapi langsung aja gw ketik "Agan2 bandung yang mau rakit PC dikirim COD ato hanya compare harga boleh hub ane". Terus nama toko gw apa ya? Ga pake mikir lagi langsung aja gw cantumin "STRAW COMPUTER". Filosofinya sederhana, gw penggemar manga jepang ONE PIECE, ga ada arti yang lain. Bagi yang mau lihat lapak kaskus gw seperti apa coba aja klik. atau copas aja ke browser bit.ly/StrawComputer

Responnya? Jangan ditanya, luar biasa. Malah di bulan ini gw dapet proyek pembuatan warnet game online berupa 8 unit PC berikut instalasi jaringannya senilai 18 juta rupiah. Untung yang gw dapet? Alhamdulillah sekitar 15% bisa gw dapet. Jujur aja gw ga ada pengalaman bikin warnet gitu. Tapi selalu gw berprinsip, "Asal gw tau konsep dasarnya, gw berani ngerjainnya. Soal gimana caranya itu bisa gw pelajarin sambil jalan." Malahan disini gw ngajak temen gw juga dan bisa berbagi ilmu juga ke dia, dobel dong manfaatnya? Hasil akhirnya pun lumayan menurut gw. Pelanggan gw ini juga puas kok.

Semakin bersemangat lah gw akhirnya. Maka mulailah gw sedikit-sedikit meluangkan waktu gw di sela-sela rutinitas kuliah maupun kerja praktek di pabrik pemberi beasiswa kuliah gw di Bandung untuk setidaknya memperbarui thread jual beli kaskus gw ini setiap harinya. Calon pelanggan berdatangan via sms/telpon/BBM dan gw coba belajar untuk melayani mereka dengan baik.

Omzet per bulan usaha gw ini belasan juta rupiah per bulannya (bahkan tercatat mencapai 29 juta di bulan Februari dan 23 juta di bulan desember) dengan potensi keuntungan sekitar 5-10% nya. Sistem berjualan yang gw pilih adalah model COD (Cash On Delivery). Pembeli memesan, gw rakit dan di bayar setelah barang sampai di tujuan. Gw juga pernah anter pesanan sampai jati nangor, beberapa sekitar soreang, dayeuh kolot, ujung berung dan bahkan gw juga pernah kirim ke Batam yang kesemuanya gw lakukan demi tekad gw untuk melunasi hutang gw tersebut. Mungkin memang usaha gw ini ga seberapa hasilnya. Tapi menurut gw udah lumayan kok, apalagi bagi pemula kaya gw dan masih berjualan di online saja. Persoalan kedepannya gimana, itu juga lagi-lagi gimana nanti aja, setidaknya usaha kecil-kecilan gw ini udah bisa melunasi hutang gw tepat waktu dan secara tidak langsung melatih mental berwirausaha gw.

Singkat cerita, bulan demi bulan gw lalui, alhamdulillah gw bisa melunasi hutang gw sebesar 2,5 juta di bulan mei, lebih cepat 1 bulan dari target gw diawal, membeli laptop seharga 2,45 juta di bulan maret, menyewa rumah selama setahun senilai 2 juta di bulan april, membeli TV LCD 19" senilai 1,1 juta di bulan juni dan akhirnya gw ganti ke TV LCD 22" senilai 1,4 juta, ikut perawatan muka dari september yang menghabiskan 500rb sampai tulisan ini ditulis, jam tangan seharga hampir 500rb di bulan oktober, ganti bb ke bb 9300 seharga 1jt di bulan november, mulai investasi 1 keping dinar emas di bulan desember senilai 2,2 juta dan memiliki tabungan sekitar 7 juta di bulan januari 2012. Rencana Alloh memang luar biasa, gw sama sekali ga bermodal saat itu. Gw hanya bermodal nekat, berdoa, dan yakin saja gw bisa jalanin ini.

Sungguh pelajaran hidup yang ga akan pernah gw lupain akan segala kejadian di 2011 ini. Perlu diketahui bahwa tak seorang pun teman-teman gw tau akan musibah yg gw alami ini, bahkan keluarga gw pun belum gw kasih tau. Gw ingin menyembunyikannya terlebih dahulu. Gw merasa mendapatkan teguran keras dari Yang Maha Kuasa atas segala kelalaian gw selama ini. Gw bersyukur mendapatkan musibah itu, karena memang inilah trigger gw untuk membuka salah satu pintu rezeki yang Alloh sediakan bagi siapapun hambanya yang melakukan bisnis muamalah.

Gw pengen nulis tulisan ini bukan karena sombong tapi karena gw ingin mengabadikan aja kerja keras gw dari muda, ga salah kan? Kali aja setelah membaca tulisan gw ini malah semakin banyak ide-ide brilian seorang calon wirausahawan sukses bermunculan di kepala sobat sekalian. Mengutip perkataan seorang motivator bisnis Jaya Setiabudi tentang the power of kepepet memang ada benarnya juga bahwa terkadang karena sesuatu hal yang mendesaklah seseorang berani untuk membuat keputusan dan keluar dari zona amannya. Tapi tetap saja, mengutip perkataan motivator pakar otak kanan, Ippho Santosa, bahwa bisnis itu bukan untuk dipikirkan dulu, karena ga akan jalan-jalan tapi langsung dilaksanakan, baru nanti dipikirkan dan diperbaiki segala kekurangannya dimana.

CMIIW

Thanks

Rezeki Tambahan

"Rezeki tambahan" Namanya juga pedagang, mendapati pembeli yang menjual kembali barang yang sudah dibeli rasanya biasa. Dan saya ...