Jumat, 30 Maret 2012

Tips Cari Pemodal Untuk Anak Muda Yang Belum Punya Jaminan

Permasalahan klasik dan sangat umum bagi seseorang yang ingin membuka usaha adalah MODAL. Apalagi apabila si calon pengusaha ini masihlah sangat muda dan belum mempunyai modal maupun jaminan yang cukup.

Di #wiRABUsaha tanggal 28 Maret 2012 lalu, akun @motivatweet membeberkan kultwit tentang tips untuk mencari pemodal bagi anak muda yang belum punya jaminan.

Saya akan merangkumnya dalam poin-poin penting. Cekidot!!!

1) YAKIN aja dulu.. Yakin bisnis kita menguntungkan! Kalo kita yakin, keyakinan itu akan menular ke pemodal

2) Ingat, ANTUSIASME itu MENULAR! Jadi, ANTUSIAS lah pada bisnis kita yg butuh pemodal itu!

3) Jangan sedetikpun merasa RAGU atas bisnis kita, karena calon pemodal akan bisa merasakannya

4) Pergunakan uang IMF alias Istri, Mertua, Family ^_^ Pedekate ke kerabat yang punya banyak duit

5) Motty nyebutnya #LoveMoney ^_^ adalah modal dari kerabat kita atas dasar kepercayaan + kasih sayang

6) Untuk #LoveMoney kadang pemodal siap uangnya hilang. Tapi, tetep KOMITMEN utk mengembalikannya ya

7) Buat proposal yg berisi "10 Alasan kenapa investasi di bisnis saya".. Berikan alasan yang NAMPOL!

8) Berikan porsi bagi hasil yang besar utk pemodal, misal pemodal 70 : kita 30 .. Kecil dulu, jgn napsu

9) Dgn berjalannya waktu, keahlian & kredibilitas meningkat, porsi investasi kita bisa naikkan: 40, 50, dst

10) Makin lama, makin ahli, maka pemodal akan berebutan masukin uang ke bisnis kita lho ^_^ Yakin aja

11) Kalo ada, tunjukkan laporan keuangan bisnis kita yg jelas menunjukkan KEUNTUNGANnya

12) PENTING! Buat catatan keuangan yg rapi. Semua bukti uang masuk terlampir. Ini berguna utk cari pemodal

13) Utk pemula, mulai bisnis yg kecil2 aja dulu sambil belajar. Jadi cari pemodalnya relatif lebih gampang

14) Seiring nambahnya pengalaman, baru besarkan ukuran bisnisnya, cari investor lebih besar

15) Coba dulu ke orang tua deh. Kadang banyak yg cari pemodal di luar, padahal #MamaPapa siap dukung lho

16) Jangan beri janji yang terlalu manis kepada pemodal. Sampaikan juga yang pahit-pahitnya. PENTING

17) Ingat.. Bedakan "pinjaman" sama "investasi". Kalo BANGKRUT, pinjaman harus balik, investasi TIDAK!

18) Krn itu, bilangnya bukan "Saya pinjam buat modal" tapi "Saya cari pemodal buat bisnis saya"

Oke demikian kultwit dari akun @motivatweet. Mudah-mudahan setelah membaca ini diharapkan kawan-kawan bisa langsung dipraktekin.

Semoga bermanfaat.

Disadur dari @motivatweet

Senin, 26 Maret 2012

Anak Pertama

Berikut ini saya mau berbagi kisah pendek yang jujur saja sangat inspiratif dan menyejukkan hati. Kisah ini saya sadur dari kultwit seorang kyai NU terkenal, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Solahuddin Wahid (Gus Sholah), melalui akun twitternya di @gus_sholah.

0. Selamat pagi semua. Ada kisah singkat yg mungkin anda sdh pernah baca. Prasetia. Seorang pemuda naik pesawat udara dari semarang ke Jakarta.

1. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

2. "Ibu, ada acara apa ke Jakarta?" tanya si Pemuda. "Saya mau ke Jakarta terus ke Singapore nengok anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.

3. "Wah, hebat sekali putra ibu" kata si pemuda. "Kalau saya tidak salah, yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak-adiknya?

4. "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta,

5. yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."

6. Pemuda tadi terdiam, hebat ibu ini, bisa mendidik putra2-nya dengan amat baik, dari putra ke 2 sampai ke 7. " terus bagaimana dengan putra pertama ibu?"

7. Sambil narik napas panjang, si ibu menjawab,"anak saya yang pertama jadi petani di Jogja. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu luas"

8. Si Pemuda : "maaf, apakah ibu kecewa terhadap putra pertama, adik-2nya berpendidikan tinggi dan sukses dalam karir, sedang dia jadi petani?"

9. Tahukah jawab si Ibu? Dengan tersenyum si Ibu menjawab, "Oo tidak, tidak begitu nak. Justru saya amat bangga terhadap anak pertama saya,

10. karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani" Hikmah : Everybody in the world is an important person.

11. Open your eyes, your heart, your mind, your point of view because we can't make summary before read "the book "completely.

12. That's the wise says. Itulah kisah yang saya ambil dari email yang saya terima. kisah itu dulu sudah pernah saya dengar, tapi tetap punya makna.

Disadur dari @gus_sholah

Rabu, 21 Maret 2012

DINAR | DO's and DONT 's |

Ada beberapa yang harus dipahami dalam menggunakan Dinar baik ketika membeli ataupun saat menjual.

Gunakanlah dinar sebagai investasi jangka panjang atau sebagai proteksi nilai dan alat tukar alternatif. Jangan menggunakan untuk investasi jangka pendek, apalagi spekulasi karena itu sangat beresiko. Paling cepat dalam waktu satu tahun dan lebih baik jika anda menabung dinar untuk proteksi nilai . Membeli pada kapan saja baik harga sedang naik maupun turun dan menjual ketika memang sangat memerlukan dana .

Belilah atau tukarlah dinar di pihak pihak yang menjual dinar dengan sistem terbaik, memiliki ketersediaan dinar secara berkesinambungan, agen yang representatif, dan sistem jual – beli yang reliable serta pengguna yang banyak, karena bila pengguna banyak maka ketika akan menjual pun kepada sesama user sangat mudah . Jangan membeli karena harga lebih murah bisa jadi anda akan kesulitan saat akan menjual kembali atau dinar yang kurang digunakan oleh pengguna, bisa jadi anda akan kesulitan mencari user dinar tersebut.

Belilah atau tukarlah dinar yang diproduksi di lembaga terpercaya seperti Logam Mulia Antam . Mengapa? Karena Logam Mulia masuk ke dalam London Bullion Market Association dan telah terakreditasi KAN – Komite Akreditasi Nasional yang akan menjamin kualitas cetakan dan presisi kadar dinar yang dicetak. Quality Control dan Quality Assurance yg baik menjamin produk diterima user adalah produk yang terbaik kualitasnya. Kurang disarankan membeli dinar di provider mencetak sendiri walau mereka memiliki teknologi mesin namun untuk QC dan QA tidak sebaik Logam Mulia.

Jangan menggunakan skema Kebun Emas atau Mencicil Dinar, karena skema tersebut tidak syar'i. Banyak orang yang tidak memahami kebun emas dan cicil emas dari segi syariahnya. Banyak yang memahami hal ini diperbolehkan karena disupport oleh bank syariah padahal dalam kajian lebih dalam banyak akad akad dan produk bank syariah yang tidak sesuai syariah.

Belilah atau tukarlah dana anda ke dinar sebagai substitusi dana tabungan anda di bank dan jangan gunakan dana produktif anda. Menyimpan tabungan kita dalam dinar lebih baik karena pertumbuhannya lebih baik dari tabungan dan deposito serta menutupi inflasi yang terjadi setiap tahun.

Keluarkanlah zakat bila telah mencapai nishab 20 dinar ( baik itu dinar dan harta anda selain dinar) setelah mencapai haul selama satu tahun sebesar 2.5 %.

Perkenalkanlah dinar kepada keluarga dan teman anda selain membantu memasyarakatkan penggunaan dinar maka anda pun dapat memproduktifkan dinar anda melalui jual beli dinar, insya Allah yang ingin mempelajari jual beli dinar dapat menghubungi saya.

Simpanlah dinar di tempat yang aman di brankas atau di SDB – Safety Deposit Box di bank bank. Dinar tidak perlu perlakuan khusus seperti perak yang dapat menghitam karena adanya tarnish hasil oksidasi dan uniknya dinar adalah tidak seperti emas batangan yang harganya dapat berbeda bila desain cetakannya berbeda. Saya menerima dinar tahun 2002 dan tetap dihargai seperti dinar cetakan baru.

Jangan memisahkan dinar dan sertifikatnya, sekali anda kehilangan sertifikat maka akan ada biaya penggantian sertifikat sebesar 65.000 per sertifikat.

Jika anda ingin mengetahui keaslian dinar maka jangan gunakan metode kualitatif dengan cara mengambil sampel emas dari koin emas dinar dengan cara dikikir kemudian menggunakan reagen kimia untuk menentukan kadarnya. Mengapa ? Karena anda akan kesulitan menjual kembali karena rata rata agen dan user menolak koin cacat, Cobalah menguji dengan menghitung berat jenis. Metode ini lebih baik dibanding metode kualitatif .

Jika anda ingin melakukan gadai di bank syariah atau pegadaian ( bukan berarti saya sepakat dengan skema gadai, karena skema gadai di bank syariah tidak jauh beda dengan meminjam bank di bank konvensional dengan adanya agunan, dan biaya ijarohnya identik dengan bunga), maka pilihlah bank syariah dan pegadaian yang memiliki alat uji kadar seperti timbangan air, jangan memilih yang menggunakan metode kualitatif.

Jika anda menggunakan dinar sebagai mahar dan akan dihias hanya menggunakan koin tanpa sertifikatnya, maka jangan lupa menyimpan sertifikatnya karena banyak kasus ketika menghias mahar lupa menyimpan sertifikatnya.

Jangan kawatir naik turunnya dinar dalam waktu mingguan – harian- bulanan, pastikan anda tertidur nyenyak karena anda menyimpan dinar untuk jangka panjang :-) .

Jangan Latah !!! , orang lain ramai beli emas dan dinar , kita ikut- ikutan membeli, ada beberapa hal yang harus diperhatikan : sumber dananya darimana kemudian orientasinya jangka apa? Jika dananya belum ada tp terus memaksakan dengan meminjam atau berharap mendapat keuntungan dalam jangka pendek, maka saya sarankan jangan membeli.

Perlu diperhatikan bahwa harga dinar atau emas tidak dipengaruhi permintaan lokal seperti konsumen Indonesia. Indonesia bukan konsumen emas terbanyak, permintaan lokal negara kita persentasenya kecil terhadap pergerakan harga emas. Harga dinar atau emas dipatok dari harga emas dunia. Karena itu menjadi pemandangan yang menurut saya mengherankan melihat orang berdesak desakan mengantri di Logam Mulia karena berasumsi banyak permintaan di dalam negeri maka harga emas akan terkatrol naik. Jadi sebaiknya kita menyimpan dinar bukan karena ikut ikutan.

Rumor BBM naik tidak akan mempengaruhi harga emas karena yang akan mempengaruhi harga emas adalah harga minyak dunia .Namun itu pun tidak selalu berbanding lurus karena tetap yang menentukan harga adalah suplai dari pertambangan dan demand dari pasar emas internasional. BBM akan mempengaruhi daya beli masyarakat kita, karena naiknya BBM akan diikuti kenaikan komoditas komoditas dalam negeri.

Pergerakan harga emas secara statistik akan naik pada akhir tahun tapi itu bukan suatu kemutlakan. Ada tahun tahun dimana terjadi anomali seperti pada tahun 2010 . Karena itu membeli pada akhir tahun bukanlah langkah bijaksana, belilah ketika dana ada karena itulah kesempatan kita membeli dinar walau harga tinggi dan bisa jadi pada saat dinar harga sedang turun malah anda tidak memiliki dana.

Semoga bermanfaat :-)


Disadur dari dinarbandung.com

Senin, 05 Maret 2012

Gadai Dinar Emas di Bank Jabar Banten Syariah (BJBS)

Kata-kata menggadaikan emas akhir-akhir ini identik dengan istilah "Berkebun Emas". Mengapa demikian? Dikarenakan, motif pelaku gadai emas lebih banyak karena ingin "Berkebun Emas". Hanya sedikit pelaku gadai yang menggadaikan emas mereka dengan maksud dan tujuan untuk pembiayaan modal usaha, pembayaran yang mendesak, kebutuhan uang mendesak, dan lain sebagainya.

Fenomena "Berkebun Emas" memang telah menjadi fenomena tersendiri yang memancing beberapa Bank Syariah saling latah memfasilitasinya dengan menyediakan emas LM Antam dalam berbagai ukuran.

Rupa-rupanya fenomena "Berkebun Emas" ini tidak dibarengi dengan edukasi dan kontrol yang cukup dalam membatasi aktivitas penggadai. Dalam beberapa kasus ditemukan macetnya kredit gadai emas dikarenakan penggadai emas tidak mampu melunasi emas-emas yang digadaikan pada tempo waktu yang telah ditentukan. Faktor utama yang menyebabkan demikian adalah karena kurang mampunya penggadai dalam memprediksi harga emas, disamping itu, sang penggadai ini banyak yang terlalu bernafsu sehingga akhirnya memilih untuk "Menanam Emas" dengan ukurang yang besar seperti kepingan lebih dari 100gr.

Banyaknya kasus tersebut membuat Bank Indonesia akhirnya membuat regulasi khusus dengan membatasi jumlah pembiayaan gadai emas di Bank-Bank Syariah menjadi maksimal 100gr saja. Bahkan BI juga untuk sementara waktu melarang beberapa Bank Syariah untuk menerima gadai emas, contohnya di Bank Rakyat Indonesia Syariah dan Bank Mandiri Syariah. Padahal kedua Bank inilah yang menjadi pilihan utama para penggiat kebun emas.

Tulisan saya kali ini bukanlah menceritakan tentang berkebun emas, tetapi saya ingin berbaqi pengalaman saya dalam gadai emas. Pada awalnya saya berniat untuk menggadaikan dinar emas saya yang berjumlah 2 keping untuk mendanai tambahan modal usaha clothing yang ingin saya mulai. Akhirnya saya mencoba untuk mendatangi BRIS Kota Cimahi dan mendapatkan informasi dari pejabat bank tersebut bahwa untuk sementara gadai emas dilarang oleh BI.

Saya masih penasaran, akhirnya saya coba menuju BSM (Bank Syariah Mandiri) untuk menanyakan tentang gadai emas. Lagi-lagi saya mendapatkan jawaban yang sama bahwa untuk sementara Bi melarang aktivitas gadai emas di BRIS dan BSM. Si pejabat BSM tersebut akhirnya menyarankan saya untuk mencoba menggadaikan emas saya di Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) saja karena BJBS tidak termasuk Bank yang dilarang oleh BI.

Saya pun segera menuju BJBS dan menuju loket gadai. Sang pejabat Bank yang cukup ramah ini langsung memberikan segala informasi yang terkait sistem gadai emas di BJBS. Sebagai syarat awal adalah harus membuka rekening terlebih dahulu, hal ini akan mempermudah Bank apabila nasabah ingin agar pembayaran atau penebusan gadai dilakukan hanya dengan mendebet otomatis.

Di BJBS ini, sebagai awal proses akad gadai, gadai emas sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Logam Mulia dan perhiasan. Emas dan dinar dikelompokkan ke dalam Logam Mulia yang memiliki taksiran gadai sebesar 90% dari harga emas ssat itu. Sedangkan untuk perhiasan memiliki taksiran yang lebih rendah yaitu 85% saja.

Selanjutnya adalah biaya titip emas atau safety deposit box di BJBS itu dibayar diawal. Pejabat gadai akan bertanya ke penggadai berapa lama emas yang akan digadai tersebut akan dititip. Biaya titipnya sendiri adalah sekitar 1,1%/harga gram/bulan.

Berikut akan saya sampaikan info lengkap tentang gadai emas BJBS.

Persyaratan Nasabah
Persyaratan bagi Nasabah yang ingin mengajukan permohonan pembiayaan Gadai Syariah antara lain:

  1. Perorangan (WNI) dan atau Badan Usaha Indonesia.
  2. Cakap Hukum.
  3. Kartu Identitas diri (KTP/SIM/Passport) yang masih berlaku.
  4. Mempunyai atau membuka rekening di Bank
  5. Menyampaikan NPWP untuk pinjaman yang memiliki nilai plafon tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Obyek yang dapat diterima sebagai jaminan

  1. Emas dalam bentuk perhiasan seperti: Kalung, Gelang , Cincin, dsb.
  2. Koin/uang emas seperti: Dinar, Souvereign, Eagle Dolar, dan sebagainya.
  3. Emas batangan/lantakan seperti: Logam Mulia, Emas London, Leburan Wahyu, dsb.

Objek jaminan memiliki kadar minimal 16 karat, Jangka Waktu Pembiayaan sesuai dengan kesepakatan dengan Minimal jangka waktu pembiayaan satu bulan.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk menggadaikan 2 keping dinar saya seberat 8,5 gram di BJBS selama setahun dengan nilai Rp 2.491.000. Biaya titipnya sendiri hampir Rp 500.000 selama setahun untuk berat emas sebesar 8,5 gram tersebut.

Seperti yang diceritakan di awal bahwa hasil pinjaman gadai emas ini akan saya putar sebagai tambahan dana memulai usaha clothing saya yang membutuhkan total modal sebesar Rp 6.500.000. Sisa hampir Rp 4.000.000 berasal dari tabungan pribadi saya sendiri.

Bagi yang membaca, thanks ya.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 12 Februari 2012

The Power of Giving - Sedekah

Semenjak kecil, gw dibiasakan oleh Ayah untuk berinfaq Jum'at di Masjid. Jadi, yang diajarkan oleh beliau adalah dengan memberikan uang beliau ke gw untuk memasukkannya ke kotak Masjid, jadi beliau selalu enggan untuk beramal langsung, selalu saja uangnya diberikan ke gw untuk memasukkannya di kotak amal. Begitulah pengalaman kecil gw tentang memberi. Tidak terlalu banyak memang.

Sebenarnya Ayah gw bukanlah tipikal yang gemar bersedekah, tetapi hal-hal kecil seperti yang gw ceritakan sebelumnya cukup memberikan gw pembiasaan yang berharga tentang memberi. Mungkin dikarenakan kondisi keuangan keluarga gw dahulu yang tergolong kurang, membuat masa kecil gw jauhlah dari kata 'memberi'. Justru gw lebih senang berharap pertolongan orang lain, seperti bantuan teman-teman gw. Gw tergolong jarang berbagi atau memberikan barang-barang gw ke orang lain, setidaknya sampai gw akhirnya kuliah dan hidup mandiri di Bandung. Karena di masa kuliah inilah, akhirnya gw tersadar betapa mulia dan bahagianya bisa berbagi kebahagiaan dengan siapapun.

Sedekah merupakan penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; bagai sebutir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai seratus biji. Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَٱللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al Baqarah: 261).

Selain itu seorang hamba akan mencapai hakikat kebaikan dengan sedekah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لَنْ تَنَالُواْ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُواْ مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92)

Kejadiannya begini, jujur saja, di awal-awal kuliah gw termasuk yang kurang bersedekah. Mungkin bisa dibilang pelit kali ya. Masalahnya, kalau bicara sedekah menggunakan hitung-hitungan matematika, pastilah akan sulit untuk mendapat rasio jumlah anggaran gw yang dialokasikan untuk sedekah. Kalau menurut hitung-hitungan matematika jaman jahiliyah gw dulu tuh gini; gw dapet uang dari beasiswa sebesar 750rb, dapet dari kakak sebesar 200rb, jadi total gw dapet 950rb perbulan. Pembayaran sewa kos sebesar 350rb, artinya gw masih punya uang 600rb perbulan yang gw alokasikan untuk biaya hidup gw. Dan kalaupun sisa, itu akan gw tabung di bank. Sungguh sangat standar sekali.

Apabila gw pulang ke rumah orang tua gw di bekasi di awal bulan, gw selalu berharap kakak gw ngga "lupa". Ya meskipun secara langsung gw ngga meminta, tetapi di dalam hati gw sangat berharap,hehe.

Begitulah kira-kira pola pikir keuangan gw, padahal kalau bicara sedekah tentulah ngga bisa dipikir secara matematika manusia, sampai kejadian-kejadian yang mampu membuat gw hancur di bulan-bulan akhir 2010. Gw diberi kado sepatu oleh kakak gw yang kalau dirupiahkan sekitar 400rb sebagai hadiah ulang tahun gw di bulan September 2010. Seminggu kemudian gw pakai sepatu ini ke ITB dalam rangka menemani teman-teman sekelas gw yang lagi ikut kontes robot disana. Tanpa punya firasat apapun, gw break sholat dzuhur di Masjid Salman ITB. Sepatu gw taruh saja di tangga menuju pelataran masjid. Gw pun sholat. Yap, seperti yang mungkin sobat duga, sepatu gw raib entah kemana. Gw ikhlas saat itu,hiks.

Gw telpon kakak gw saat itu juga untuk meminta maaf karena ngga bisa merawat sepatu pemberiannya yang masih seminggu usianya, tetapi dengan gampangnya dia bilang akan beliin gw sepatu lagi dalam waktu dekat. Makin bersalah lah gw.

Ngga cukup sampai disitu, bala bencana kembali datang 3 bulan berikutnya, kali ini yang paling membuat gw hancur. Seperti yang gw tulis di artikel sebelumnya, gw tertipu 2,5 juta rupiah karena melakukan transaksi pembelian hp yang barangnya ga kunjung datang via online.

Barulah sederet kejadian tersebut membuat gw mulai berpikir. "Apa iya ini teguran Alloh buat gw? Gw sepertinya kurang bersyukur dan terlalu mencintai harta sehingga enggan untuk berbagi."

Akhirnya di tahun 2011, gw mulai bangkit dan berusaha untuk memperbaiki segala kelalaian gw selama ini. Gw mulai usaha jualan di tahun ini dan alhamdulillah lumayan. Gw juga meningkatkan amalan jum'at gw. Gw selalu teringat nasihat-nasihat tentang sedekah, "Lihat dompet kamu, Sedekahkan lah lembaran uang dengan nilai tertinggi." Artinya, jika gw melihat lembaran 100rb, maka "apeslah" gw,hehe.

Ustadz Yusuf Mansur selalu berpesan, cara awal untuk memulai bersedekah adalah langsung dipraktekkan saja. Pertama coba aja rutin keluarin 10rb di setiap jum'at. Kalau sudah terbiasa, naikan jadi 20rb, terus sampai jumlah yang tidak terhingga.

Analogi sedekah yang paling sederhana itu seperti kita ketika belajar sholat. Mungkin pertama-tama kita sholat karena disuruh oleh orangtua atau ngga ikhlas, tetapi lama-kelamaan karena sudah terbiasa membuat rohani kita merasa butuh dan kehilangan apabila kita meninggalkan waktu sholat meskipun tidak disuruh oleh orangtua. Begitu juga sama halnya dengan belajar bersedekah. Mungkin awalnya kita berat hati dan ngga ikhlas mengeluarkan uang yang kita cintai ini, tapi kalau sudah terbiasa, mungkin saja kita seperti ingin mengeluarkan saja semua harta yang kita punya, karena toh harta adalah titipan Alloh dan merupakan hak-Nya untuk mengatur rezeki kita, jadi ikhlas saja. Faktanya, orang yang sukses itu kebanyakan adalah orang yang dermawan. Mereka ngga pernah takut untuk miskin karena memberi. Justru mereka yakin bahwa dengan memberi, mereka akan mendapatkan lebih.

Di 2011 ini gw mulai membiasakan diri, melatih diri, mengikhlaskan diri untuk belajar bersedekah. Pada akhirnya gw ngga segan lagi memasukkan lembaran uang 50/100rb kedalam kotak amal jum'at. Gw juga udah rutin memberi orang tua di setiap bulannya, begitu juga dengan adik-adik gw.

Gw selalu merenung, andaikan saja umat Islam itu rajin bersedekah, pastilah ngga mungkin ada orang miskin dan meminta-minta di perempatan lampu merah ataupun para santri yang meminta sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan. Padahal jika mendengar kisah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat ringan tangan dalam bersedekah. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu’anhu telah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan, dan Umar Radhiallahu’anhu menginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahu’anhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-‘usrah dan lain-lain sebagainya.

Berbicara sedekah otak kanan, pakar Ippho Santosa selalu berpesan bahwa jika ingin kaya, maka sedekah dulu, bukan kaya dulu baru sedekah. Jika ingin sembuh dari penyakit, sedekah dulu baru memohon dan berikhtiar demi kesembuhan, bukan sebaliknya. Mau punya hajat apapun itu, sedekah saja dulu, baru memohon dan berusaha. Lagi-lagi menurut beliau, sedekah itu ngga bisa dihitung-hitung menggunakan matematika manusia. Ungkapan "Take and give" atau "Ambil dan beri" juga perlu untuk dikoreksi oleh beliau menjadi "Give and Given" atau "Memberi dan Dilipatgandakan". Artinya jika kita sering memberi, otomatis Yang Maha Kuasa tidak segan untuk melipatgandakan. Ingat, rezeki itu tidak selalu berbentuk kekayaan. Kesehatan, jodoh, kelancaran bisnis, dan lain sebagainya dapat dikategorikan rezeki.

Setiap sholat jum'at, gw selalu sempatkan diri untuk mendengar perolehan amal jum'at minggu sebelumnya suatu masjid, si pembicara biasanya menyebutkan jumlahnya, misalnya 250rb. Dalam hati gw jelas pasrah. "Jika saja perolehannya 250rb dengan total jemaah berjumlah mencapai 200 orang bahkan lebih, artinya rata-rata setiap jemaah hanya ikhlas mengeluarkan 1000 rupiah." Padahal apabila seorang saja bersedekah 10rb, mungkin saja setiap jum'at perolehan amal masjid meningkat menjadi 2 juta rupiah.

Yah beginilah memang kenyataan umat Islam negara kita, untuk itu cobalah kita sama-sama intropeksi, "Sudahkah saya berbagi untuk sesama?". Mari kita sama-sama untuk belajar bersedekah, dengan keutamaan sedekah seperti di awal artikel ini, pastilah kita akan dijauhkan dari segala bala bencana, dilipatgandakan rezeki, dan membuat hidup kita menjadi lebih mulia. Mulailah dari diri sendiri, kemudian ajak teman-teman dan keluarga untuk lebih gemar berbagi.

Wallahu a'lam bis sowab.

Senin, 06 Februari 2012

Track Record jualan sebelumnya bagus belum menjamin kejujuran seseorang seller online untuk melakukan penipuan

Hari kamis kemarin ini, saya di invite oleh salah seorang calon pelanggan komputer saya yang ternyata kaskuser. Dia ingin saya merakitkan saja komputer seken yang baru saja dia beli secara online via kaskus juga. Dalam hati saya, "Ya mudah dong, gw cuma ngerakit+instal-instal doang kan."

Singkat cerita hari sabtu paginya dia menginformasikan bahwa komputer seken yang dia terima ga lengkap, jadi vga+psu+hdd nya ga ada, okelah gw bilang ke dia kalau gw nunggu dulu aja sampai semua partnya lengkap.

Sabtu malamnya, dia bbm lagi dan ternyata hddnya aja yang ga ada dan akhirnya beli di gw hdd Seagate 750GB+DVDRW Liteon baru. Dan kita pun janjian esok hari minggu sore untuk ketemuan di kosannya dia di daerah Tubagus Ismail Dago.

Kesan pertama, kosannya bagus dan terlihat mahal. Setelah berkenalan, anggap saja namanya Rio, gw langsung diceritain sama Rio kalau sebenarnya proses pembelian komputer seken tersebut ga berlangsung baik. Ada indikasi penipuan disini. Jadi, barang-barang yang dikirim tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Jadi awalnya si seller asal Lampung ini menjual komputer seken dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Processor AMD Phenom II X4 945
2. Motherboard Gigabyte GA-M68
3. Ram Corsair 4x1GB
4. HDD 500GB+160GB
5. CDRW
6. VGA Calibte GTX560 1GB
7. PSU Seasonic 760W
8. Case VenomRX Habu Full neon
9. Cooler CPU Coolermaster
dengan harga yang disepakati sebesar 5 juta rupiah.

Singkat cerita, si Rio ini memutuskan untuk melakukan sistem pembayaran langsung karena merasa si seller ini sudah cukup punya reputasi yang baik di kasus setelah melihat thread penjualan sebelumnya selalu mulus.

Ternyata di hari ketika barang sampai, ada beberapa part yang tidak disertakan dalam paketan. HDD+VGA+PSU tidak disertakan oleh si seller. Lantas, komplain lah si Rio ini, sayangnya nomor kontak si seller mendadak dinon-aktifkan.

Tidak kehabisan akal, si Rio ini langsung melapor ke polisi dan membuat BAP tentang indikasi penipuan dengan menyertakan beberapa bukti via sms. Berbekal pelaporan ke polisi ini, si Rio mencoba meminta bantuan pihak BCA untuk memblokir rekening si seller.

Tidak sampai disitu saja, si Rio ini juga membuat thread surat terbuka pernyataan penipuan yang telah dilakukan oleh si seller ini di kaskus. Beruntung, kaskuser regional lampung merespon baik dan mencoba mencari segala informasi tentang si seller dan mencoba untuk menerornya.

Merasa ga nyaman, akhirnya si seller muncul juga dengan menelepon si Rio ini dan menjelaskan duduk permasalahannya. Si seller ini beralasan bahwa sebenarnya penjual komputer itu bukanlah dirinya melainkan temannya yang meminjam ID kaskus dia. Si seller ini pun berjanji untuk membantu Rio untuk mencari temannya tersebut. Si seller ini kembali menelepon bahwa dia ga berhasil menemukan temannya tersebut di kosannya dan hanya menemukan sisa-sisa part yang belum diantar (VGA+PSU) dan berjanji untuk segera mengirimkannya. Barang pun akhirnya sampai juga.

Dari cerita tersebut, gw pikir ya ada benarnya juga jikalau manusia itu bisa dengan cepatnya berubah secara sifat. Gw merasa bisa jadi si seller ini sedang butuh uang mendesak dan lain sebagainya yang membuat pada akhirnya dia harus melakukan penipuan meskipun sebenarnya dia punya reputasi yang baik.

Dalam melakukan bisnis online, tetaplah kejujuran dan kepercayaan adalah 2 hal terpenting. Kita harus percaya sebagai seorang calon buyer dan juga harus jujur sebagai seller. Jika seorang calon buyer ragu, ada baiknya melakukan pembayaran melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya atau rekening bersama. Gw selalu berharap kedepannya semakin sedikit bentuk-bentuk penipuan online yang terjadi. Mudah-mudahan saja.

Bagi yang mau lihat link thread si rio ini silakan klik

Kamis, 02 Februari 2012

Desember 2011 : Awal investasi dinar emas! Rencanakan masa depan semenjak dini.

Jujur saja, sebenarnya gw ga terlalu peduli akan emas dan kesaktian emas sebagai jaminan masa depan kita. Soalnya, pola pikir gw masihlah jangka pendek, seperti yang penting gw mulai jadi karyawan di bulan juni 2012 dan kepastian akan dikontrak selama 5 tahun, setelahnya gimana nanti aja, sangatlah ga berencana kan?

Entah darimana mulainya , gw tertarik untuk mengenal emas setelah membaca tweet teman SMA gw, Reza, yang ternyata seorang penggiat KEBUN EMAS. Akhirnya gw mulai cari tahu apa sih KEBUN EMAS. Setelah gw selidiki, berkebun emas adalah suatu teknik pemanfaatan emas dengan model beli gadai bertingkat yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih dibandingkan model investasi konvensional dengan cara disimpan saja.

Disitu sebenarnya gw masih belum beranjak tapi udah mulai memikirkan tentang potensi emas. Akhirnya gw mulai ikut mem-follow akun twitter pakar-pakar emas seperti Bapak Endy Kurniawan (@endykurniawan) dan Bapak Ahmad Gozali (@ahmadgozali).

Perlu diketahui bahwa pak Endy ini ternyata adalah seorang penulis buku Best Seller berjudul 'Think Dinar' yang faktanya mulai menggelitik hati gw untuk membeli dan membacanya.

Singkat cerita, sumpah, pola pikir gw berubah total setelah selesai membaca buku tersebut. Sangat-sangat merubah total pemikiran gw selama ini tentang manfaat berinvestasi emas dibanding menabung di bank.

Gw sangat merekomendasikan sobat sekalian untuk membaca buku 'Think Dinar' sebagai salah satu bacaan wajib kita sehari-hari. Di buku tersebut kita akan mempelajari apa sih emas itu? Apa sih Dinar itu? Bedanya antara emas batangan dan dinar emas dimana? Lebih menguntungkan mana memiliki emas atau menabung di bank maupun deposito? Semuanya dibahas disini.

Ga perlu waktu lama buat gw untuk segera bertindak. Gw pengen beli DINAR! Mulailah gw mencari tahu dimana penjualnya yang terpercaya. Disaat gw mencari informasi, gw teringat akan salah satu teman BBM gw yang sebelumnya pernah konsultasi komputer ke gw. Jadi dia sering membuat personal message jualan dinar/dirham gitu. Maka dari sanalah langsung aja gw coba tanya beliau.

Setelah berkonsultasi panjang lebar tentang harga dinar, akhirnya gw langsung menuju TKP di jalan Cihampelas di medio pertengahan Desember 2011 (Maaf gw lupa tanggalnya). Oya nama beliau adalah Johan Lukman dan memiliki website di dinarbandung.com. Gw langsung beli 1 keping dinar seharga Rp 2.220.000. Perlu diketahui, gw sukses mengajak teman baik gw (Maulana Yusuf) untuk ikut memulai berinvestasi dan dia pun juga akhirnya ikut membeli juga 1 dinar.

Salah satu keuntungan yang gw rasakan setelah memulai untuk berinvestasi emas adalah niatan untuk tidak lagi boros dan berhura-hura, melatih hemat, cermat, dan berpandangan jauh ke depan. Dinar emas ini sangatlah liquid, artinya disaat kita membutuhkan dana tunai, kita bisa langsung menjualnya atau menggadaikannya apabila dirasa mampu untuk segera menebusnya dalam waktu dekat. Dengan fenomena kenaikan rata-rata 20% setahun, emas dan dinar tetaplah pilihan investasi termudah dan teraman yang bisa kita ambil dibandingkan dengan bermain reksadana, saham maupun obligasi.

Rezeki Tambahan

"Rezeki tambahan" Namanya juga pedagang, mendapati pembeli yang menjual kembali barang yang sudah dibeli rasanya biasa. Dan saya ...